Posts

Showing posts from 2022

GNR

Perhari ini perasaanku kepadamu masih belum jelas.  Masih terlalu banyak perasaan cemas Takut cintaku tak terbalas Mengingat kamu yang kelas. Sampai saat aku menuliskan ini aku masih memikirkan mimpiku yang semalam memimpikan dirimu, lagi. Sampai saat aku menuliskan ini semua masih terasa menyenangkan ketika kita masih saling larut dalam permainan, sampai salah satu diantara kita jatuh cinta sedangkan satunya masih menganggap ini hanya permainan saja.  Akhrinya kini aku menyadari kamu terlalu indah jika hanya untuk bermain-main saja. Namun jika ku ubah ini menjadi serius aku belum siap bertaruh dengan segala rasa sakit itu.  Untuk kamu ketahui saja ketika aku menuliskan ini aku sedang tak bisa memejam dan memikirkan dirimu yang mungkin saja malam ini tengah kedinginan. Selain itu aku juga membayangkan betapa kerennya dirimu kala ku temui esok hari.  Muncul seutas tanya tentang apakah bisa kita mengulangi kenangan malam yang panas itu kala semua ada disana. Kala semua...

.....

Inikah cobaan  Atau kutukan  Maafkan Hamba Tuhan Sakit ini sudah tak terelakkan Tadinya semua gemerlap  Sekarang gelap  Tadinya semua nikmat  Tak peduli malam jumat  Jika adanya hasrat  Maka saling melumat  Saturasi yang menjadi hitam  Rasanya hidup menjadi sangat kejam  Mungkin Tuhan sudah naik pitam  Menyiksa hamba dan terasa kejam 

Yellow Pink

Setelah membaca tulisanmu, dalam benak ku bertanya "sedang jatuh hati kepada siapa dirimu kini?" bertanya wanita mana yang berhasil meluluhkan hatimu. Pertanyaan yang tak pernah ku lontarkan kepadamu. Tanya yang hanya menggema di kepala, memberi ruang penuh terka. Apalagi pertanyaan tentang "apakah kamu jatuh hati kepadaku?" tanya yang sampau mati sepertinya tak akan pernah terlontar. Untuk aku yang menatap wajahmu lebih dari lima detik saja tak mampu, sungguh aku menggilai semua yang ada padamu. Sehingga waktu yang ku habiskan bersamamu ingin ku bekukan agar tak lekang oleh waktu. Atai kalau boleh meminta aku akan meminta banyak waktu yang aku habiskan bersamamu. Bahkan untuk menatap hujan sepanjang hari dari balik jendela kamar saja aku tak keberatan. Atau melakukan aktifitas membosankan lainnya asal itu bersamamu aku rela melakukannya.  Begitulah aku, yang kalau sedang jatuh hatinya pada seseorang manusia akal sehat terkadang tak ada gunanya. Kala menuliskan ini ...

Suri

 Ada yang bilang tidak apa-apa jalan yang penting jangan berhenti. Ada juga yang bilang melamban bukanlah hal yang tabu. Iya memang tidak ada salahnya berjalan ataupun melamban. Namun sampai kapan kita akan terus begini. Bisakah kamu berjalan lebih cepat sedikit? Sebentar lagi matahari akan terbit. Aku tak mau embun pagi melihatku sedang kacau begini.  Setiap malam bagiku terasa panjang. Lalu sepanjang itu pula aku terus memasukkan arak ke dalam kerongkonganku. Ku siram asam lambungku dengan cairan memabukkan itu. Ku biarkan hati bekerja lebih keras karena itu. Aku hanya ingin membuat diriku tak sadar karenan malam dan sepinya selalu menyiksaku yang sendiri.  Tambah lagi masih kurang, begitu terus ku ulangi sampai pagi. Aku tak peduli bila aku bisa memutahkan seisi perutku kapan saja. Aku hanya ingin melewati malam dalam keadaan tak sadarkan diri namun aku masih bisa melihat bintang terbang dan melayang. Namun meski begitu aku tak ingin bening embun dan sinar matahari pag...

Peristiwa Hotel Sentral

Bila telah tersibak tirai tirani  Masihkah kamu tetap mencintai Bila kegelapan mulai tampak  Masihkah kamu tetap tak berjarak  Kepada tuan yang saya hormati  Apakah diri ini hanya sebatas pusar ke kaki Saya sudah menghabiskan sepertiga kehidupan  Untuk mengenyam pendidikan  Maka tanpa tuan saya mampu hidup berkecukupan  Saya tak akan menghabiskan sisa usia dengan rebahan  dan membuka selakngkangan Lalu bukti kecintaan tidak dari memberikan perawan  Teringat malam itu Ketika tuan mempertanyaan perasaan  "kalau ga mau berarti kamu ga cinta sama aku?" Dih. Asu. 

Gun n Roses

Kala aku menuliskan ini kekasihku sedang sakit kepala. Sudah sejak tadi ia berbaring di sampingku tangannya masih melingkar di perutku. Sebelum ia tertidur perutnya sudah ku isi dengan sepiring makanan bergizi, walau belum sempurna dengan 5. Lalu kini giliranku menghangatkan sewadah cinta untuk kita sarapan esok pagi.  Selesai menulis satu paragran aku menengok ke arah kekasih hatiku. Matanya tertutup, namun dahinya masih berkerut. Entah apa yang ia pikirkan dalam tidurnya. Ku kecup keningnya mengelus pipinya memastikannya dalam keadaan baik-baik saja. Duhai kekasih hatiku kini, usah kamu cemas selama kita bersama dunia hanya sebatas mata kaki. Selama kita bersama terik matahari tak ada apa-apanya dibanding cinta kita ini. Selama kita bersama udara dingin tak menjadi masalah sebab kita masih dapat saling mendekap.  Untuk kekasih hatiku, aku selalu ingin tau apa yang kamu pikirkan ketika pertama kali membuka mata di pagi hari dari tidurmu. Aku ingin tau apa yang kamu rindukan s...

A nya Aneh

Mulai mengambil peran kembali ke barisan. Entah ini anugerah atau kutukan, yang aku tau aku kehilangan tujuan. Dipersimpangan jalan aku melihatnya memberi senyuman. Mulai saat itu aku menjadikan isi kepalanya tujuan. Sungguh aku ingin membelah belantara apa yang ia pikirkan. Manusia aneh yang aku temukan diantara manusia yang sama dengan kebanyakan. Ia menjadi merah ketika semuanya berwarna biru.  Ada kuda yang terbang menabrak konstelasi orion menjadikannya unicorn bercula satu. lalu rembulan malam itu tak muncul karena kelelahan dan ia tak istirahat di wajahku. Maaf aku lupa memberi tau kamu sehingga tulisan itu masih rumpang kini. Lalu ijinkan aku melanjutkan cerita itu disini.  Masih bertanya tentang apa yang ada di balik kepala. Masih mencari tau apa yang pertama kamu pikirkan kala pertama kali kamu membuka mata di pagi hari. Tidak aku tidak mengharap aku ada disana. Aku hanya penasaran apa yang pertama kali dipikirkan oleh manusia aneh sepertimu.  Jangan bertanya ke...

Biang Lara

Kenalkan, namaku manusia. Entah apa alasan aku dilahirkan di dunia, namun aku selalu menemui masalah yang itu-itu saja. Hampir saja aku percaya itu menjadi takdirku di dunia ini. Aku selalu dihadapkan dengan manusia lain yang belum selesai dengan masalalunya. Aku menjadi sangat andal merawat sebelum benar-benar ditinggalkan setelah ia dapat berlari.  Berkali-kali salah memeluk ternyata tak cukup membuatku belajar dari kesalahan. Selalu saja ku ulangi ritme yang sama.  

belum ada judul

Tidak ada yang perlu dijelaskan setelah hari itu. Kadang membisu menjadi sangat menyakitkan dan melelahkan bagi orang yang harus menerka maknanya. Maka aku lebih memilih terpapar hingar bingar racauanmu ketimbang mati ditelan sunyinya duniamu. Lalu untuk kali ini aku memilih tidak melontarkan kata barang sepenggal.  Pada kenyataan yang masing-masing dari kita bukan satu-satunya kiranya apa yang harus kita lakukan. Yang kita lakukan kini saling menggores luka yang indah pada punggung masing-masing dengan sakit dan ngilu yang berbeda. Aku tak mau bertaruh atas kesakitan yang sedang kita emban kini, tak usah saling membandingkan. Toleransi diri terharap rasa sakit saja masing-masing dari kita sudah berbeda.  Jika sudah tau siapa yang paling tersakiti diantara kita, lalu mau apa? Tidak ada yang bisa dilakukan selain akan mengungkit perasaan itu ketika kita sedang bertengkar. Begitu pula dengan ketulusan. Lancang sekali menakar ketulusan diantara kita bila masing-masing dari kita s...

Teman Tak Begini

 Malam kian pekat bayangmu masih lekat. Aku rindu dirimu yang fotonya baru saja ku pandangi yang ku simpan di google foto. Aku rindu padamu manusia yang baru saja ku temui. Kepada kamu yang tadi bukunya ku tulisi sebait puisi, itu adalah perasaanku.  Aku ingin menjadi pacarmu, kini, lalu, dan esok akan selalu ingin menjadi pacarmu. Aku tidak ingin menjadi insinyur, aku hanya ingin jadi pacarmu. Aku tenggelam dalam binar sinar matamu, Kamu selalu menjatuhkan hatiku berkali-kali.  Lalu tibalah hari itu juga. Hari dimana kamu mempublikasikan kekasihmu lewat pict profile aplikasi chating berwarna hijau itu. Semuanya sudah jelas, apalagi yang akan ku harapkan darimu yang mencintai pacarmu. Sedang aku, aku mencintai kamu yang cinta kekasihmu. Selalu begitu. Atau kalau tidak aku mencintai manusia yang tulisan di KTP pada kolom agama berbeda dengan milikku.  Untuk kamu yang ternyata tak bisa ku anggap sebatas teman saja. Kamu masih menyerahkan hatimu padaku tapi sampai sekar...

Sumpah ini puisi cinta penuh serapah

 Sial.  Diantara berbagai arah aku selalu melihat ke arah jarum jam dua dari tempatku berpijak. Lelaki jelek, dungu pula, sampah sampah sampah.  Tapi aku suka.  UTS Analisis Jabatan terasa bukan apa-apa selama aku masih dapat melihatmu dengan kasat mata.  Jumat terasa mendung, tak terik seperti biasanya.  Namun aku padamu tak pernah biasa saja. Pukul sudah mendekati jam makan siang.  Waktunya membicarakan mimpi dan angan-angan.  Lalu pulang bersama dan tertawa. Eh aku dilempari tai oleh wanita pilihanmu yang tak seberapa itu.  Aku tidak bisa apa-apa. Bagaimanapun ia yang kamu pilih untuk merentangkan paha setiap kamu ingin. Ku ambil pisau untuk memotong pisang Padahal pisangnya sudah lumat hanya dengan ku cecap. Aku berjalan menuju pasar. Aku ingin ke tempat yang hingar Kedapa kamu manusia yang fasih memaki,  ingin ku elus wajahmu dengan kaki. Sumpah ini puisi cinta penuh serapah khusus buat kamu. muah.

Sushi Trash

Sial. Dia sudah  punya kekasih namun bukan aku. Padahal aku sudah menukarkan pundi dalam hidupku agar dapat habiskan sisa usia bersama. Dan tak seharusnya aku kehilanga kamu, harusnya aku yang tidur di dekatmu menatap wajahmu lekat dan dekat menyeka mata pandamu yang kian menggelap. Aku sudah terlanjur menusuk bola mataku agar buta merusak telingaku agar tuli supaya aku hanya memandang dan mendengarmu saja. Bukan hanya satu manusia yang bilang kita tak serasi, namun ternyata pandanganmanusia yang sedang tidak jatuh cinta memang lebih masuk akal.  Berlari aku menuju Tuhan, bertanya berdodsakah aku jika berdoa agar kau terluka dan kecewa. Aku putar arah sesudahnya setelah tersadar apa bedanya aku dengan dia, kamu atau mereka yang menyakitiku. Mungkin meminta agar Tuhan saja yang me-reply adalah sikap bijaksana.  Sudah tugasnya selesai semua kamu pergi senikmatnya. Sempat menunggu pagi kini kamu yang malah pergi. Mana, mana, tanggung jawabmu mana. Ah aku lupa, tugas yang jad...

bayu

semenjak aku ada di bumi aku tak pernah tau bagaimana bentuk rupamu, apa warnamu dan bagaimana tubuhmu.. namun aku selalu dapat merasakan sentuhan itu, sensasi yang menyusuri setiap tubuhku yang terbuka. kadang kamu juga menyelinap masuk menjamah tubuhku yang terdalam melewati sela-sela kecil yang terbuka.  pada hadirmu aku berharap penat yang ada padaku ikut hilang sepeninggal hadirmu. ketika kamu hadir namun aku merapatkan pakaianku itu karena hadirmu yang dingin. namun pada beberapa waktu aku akan sangat gembira menyambut hadirmu yang membelai tubuhku dengan lembut.  kata orang kamu berwarnan merah, namun setiap kamu hadir aku tak menemukan warna merah disekitarku. yang aku lihat hanya apa yang ada di hadapanku yang masih sama tak berubah. apakah kamu benar-benar menyatu dengan apa yang ada di sekitarku? kepada kamu sang bayu yang tak pernah aku ketahui bagaimana dan apa tentangmu, terimakasih karena selalu ada disekitarku menemani namun tetap tak terlihat. kalau kamu benar...

Messy Room

 Semuanya ini untuk kamu yang masih sibuk   Mendengar kasak-kusuk   Aku tau kamu sebenarnya juga tau   Aku mencium kamu yang bau  Di balik selimut ada sesuatu   Sesuatu sekeras batu   Sebentar lagi akan ku buka itu   Tapi matikan lampu dulu    

Kiw-kiw

Akan ku buka kalau aku mau Sudah tak usah kau katakan itu Aku maunya itu kamu Apakah kamu juga mau? Tidur dulu saja sayang Katanya lebih panas begitu Tak harus sama  Akan ku buat berbeda Menggelinjang Telanjang Kau terjang Setelah itu boleh pulang  Sayang

Hidup Kadang Pilihan Ganda, Kadang Esay

Menjalani hidup kadang terasa tak mudah. Tidak memiliki rencana pandangan hidup ke depan rasanya menjadi sebuah bencana. Namun banyak ide gagasan dalam menjalani hidup dan merangkai mimpi juga dibutuhkan kebijaksanaan dalam melakoninya, Harus mampu memilih dan bertanggung jawb dengan pilihan. Bukankah hidup adalah tentag memilih? Saat kamu lulus sekolah dasar paling tidak itu adalah pengalaman pertama memilih untuk menentukan hidup akan dijalani dengan bagaimana lewat memilih akan bersekolah SMP mana. Pilihan memang terkadang sulit. Manusia yang dapat memilih suatu pilihan adalah manusia yang beruntungkarena ada juga manusia yang selama hidupnya tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Ia hanya hidup dibawah skenario yang sudah dirancang oleh orang yang katanya lebih tau apa yang terbaik untuk dirinya.  Menurutku tak ada pilihan yang buruk. Apapun yang kamu pilih dalam hidupmu pastilah tetap akan membawamu pada suatu jalan yang tak terduga sebelumnya. Siapa saja dapat memilih tidak...

Ke 11

                                              Kita bisa ngobrol lagi kaya kemarin ga si? Aku kangen.

Mari Berpelukan Wahai Manusia 20an

Sekarang kita manusia berusia 20an yang sedang resah dengan segala drama gundah gulananya, hal sederhana jadi rumit, yang ringan jadi berat, yang sudah diberikan masih kurang, banyak mengeluhkan apa yang sedang di jalani, repot mengais validasi dengan berbagai isi demi sebuah eksistensi.  Untuk semua jiwa yang sedang mengalaminya, tenang saja kamu tidak sendiri. Ada banyak manusia di dunia ini yang sedang memikul beban yang sama.  Menurut para ahli itu namanya quarter life crisis. Menurut orang tua asia itu namanya lemah iman kurang mendekatkan diri pada sang pencipta. Menurutku itu hal yang biasa dan pasti dialami oleh semua orang hanya cara melewatinya saja berbeda-beda. Menurutku pula pendapat ahli dan orang tua asia tak ada salahnya juga, barang kali diri kita ini memang sedang mengalami lemah iman di tengah quarter life crisis ini. Kalau menurutmu berbeda ya sah-sah saja, tidak ada yang benar atau salah dalam menilai hal ini.  Sedangkan kita bisa saja terlalu meroman...

Inisialnya K Mendatar Enam Huruf

Pada riuh sekumpulan manusia yang beberapa aku kenali, di tengah deras hujan aku berlari mencari tempat meneduh. Aku menutupi kepalaku dengan kedua tanganku dan percuma saja sebab sekujur tubuhku basah. Sampai lah aku pada bangunan beratap aku meneduh disana dan tak hanya aku saja yang berada di sana. Aku mengenali beberapa dari mereka. Diantara tubuh manusia itu aku melihat dirimu yang sedang memandangiku.  Lalu adegannya berganti menjadi aku berlari menuju tempat awalku sebelum aku berteduh, kamu mengikuti aku dari belakang. Ingatanku samar-samar namun sepertinya aku menuju ke motormu diparkirkan. Entah aku lupa hendak apa.  Tiba-tiba adegannya berganti lagi. Kali ini latar tempatnya adalah rumahku. Saat aku keluar rumah aku mendapati kamu sudah di depan pintu rumahku, aku ingat kamu memakai baju warna merah. Kita tidak bicara, hanya saling memandang satu sama lain pada tempat masing-masing.  Lagi-lagi kini adegannya berubah. Tampak aku dan beberapa temanku berdiskusi t...

Junkies's Love

Dari semua kemungkinan yang dapat menjadi nyata perihal kamu yang dapat meninggalkan aku, satu yang paling membuatku kalut setiap waktu yaitu kamu yang dapat meninggalkan aku kapan saja. Memang di kehidupan manusia datang dan pergi, di kehidupan tak ada yang abadi, namun bisakah kamu tetap di sini dan tak pergi-pergi, tolong. Ketika kamu pergi aku tidak menyiapkan apa pun. Bahkan air mata saja tak ku persiapkan untuk menghadapi perpisahan itu. Seperti yang kamu lihat, aku kosong dan sepenuhnya melebur. Tapi kamu tetap pergi dan menghancurkan aku berulang kali dan selalu. Amarah yang tak pernah sampai padamu akhrinya membeku dalam tubuhku. Bisa meledak kapan saja.  Ada orang tua yang berkata padaku "kamu tidak tau siapa dia" sambil menunjuk bentukmu yang perlahan menjauh. Kenyataan yang lagi-lagi harus aku terima bahwa ya memang benar aku tidak pernah benar-benar tau siapa kamu. Dan saat semuanya selesai aku hanya dapat mengingatmu yang terbentuk dari fantasi imajinasiku saja....

Dimas Dimana?

 Jauh. Kau pergi angin sore. Penyejuk di antara siang dan malam. Selalu datang tak mengenal lara hati sebetulnya apa yang masih kamu cari. Yang ada msaih kurang ditambah minta lagi. Apa lagi yang kamu nanti. Menanti yang sudah mati menanti yang tak pernah datang. Oh angin sore, kapan kamu kembali? Hamba rindu sendiri disini di tempat pertama bertemu. Menyelinap di balik helai rambut, di lekuk baju dan belakang telinga. Aku sendiri menanti. Bukan kamu yang hadir. Angin pancaroba berhembus sangat hebat. Menerbangkan seluruh rambutku tak beraturan namun rinduku tak ikut terbang bersamanya. Rindunya masih tebal setebal kabut pagi tadi yang gerimis pula. Malamnya angin darat berhembus menjadikan sekitaran dingin. Aku menggigil, malam tak meminjamkan jubahnya. Hanya menyuguhkan rembulan yang kesepian perlahan memudar dimakan awan hitam. Konon katanya cinta adalah jawabannya. Tapi aku harus pergi, kamu juga pergi dan kita harus menerima. Aku mencintaimu setiap hari dan kamu harus tau. Aku...

Prince nya Wanita

Seusai kejadian itu, setelah aku kembalikan kepingan matahari yang dikirimkan kepadaku tempo hari, pantulan sinar matahari tak pernah sama lagi. Disana tampak bayangan retakan. Bayangan yang membuatku tidak akan pernah bisa melupakan kejadian pada kala itu. Tidak akan melupakan lelaki yang dulu teramat aku cintai. Aku masih bisa mengingat baju apa yang dikenakan lelaki itu saat bertemu denganku kala itu. Aku masih dapat mencium aroma tubuhnya, wangi manis kopi dan sedikit asap jalanan. Aku masih mengingat raut wajahnya dan caranya menyibak rambutnya, bahkan aku masih jatuh cinta pada caranya menyalakan rokok, menghisap, dan menghembuskan asapnya. Kadang hisapan itu dalam, dan dihembuskan dengan berat.  Pengandaian tak berguna mulai hadir mengetuk sadarku. Andai waktu itu kita tak berpisah, andai waktu  itu semua baik-baik saja, andai saat itu aku memeluknya lebih lama karena ternyata malam itu malam terakhir kita bertemu. Andai, andai, andai yang lainnya bermunculan memenuhi i...

Lelaki itu adalah kekasihku

 Hai kembali lagi dengan aku, manusia. Aku kembali dan akan menceritakan kisah hidupku bersama lelaki yang dari hidungnya tumbuh kecambah. Ya akhirnya aku menemukan tambatan hati setelah aku merasa hidup tak perlu membutuhkan cinta. Namun ya kembali lagi, kita ada di dunia ini juga berkat cinta, kita masih bisa hidup sampai saat ini juga karena cinta. Terutama aku, bisa hidup sampai sekarang ya karena cinta Tuhan kepadaku saja.  Aku bertemu dengan lelaki itu di pinggir rel kereta yang sudah tidak digunakan lagi. Konon katanya disana pernah ada sepasang kekasih yang dikejar kereta lalu sepasang kekasih itu berlari sampai matahari. Menurut berita yang beredar sih mereka menikah disana, namun ada yang bilang kalau si cowok mengambil kepingan matahari yang hancur karena tertabrak kereta lalu kepingan itu diberikan kepada kekasihnya itu.  Entah cerita itu benar adanya atau tidak namun kalau benar aku menginginkan menjadi wanita itu, diberi kepingan matahari. Aku merasa itu rom...

Sepotong Senja Yang Ku Kembalikan

Disuatu hari, aku sedang berjalan di rel kereta dengan kekasihku. Berjalan menuju arah matahari terbenam. Kita berjalan diatas rel kereta dan bergandengan tangan sesekali saling berpandangan dan tersenyum lalu tertawa bersama. Namun kadang kami juga terdiam menikmati setiap langkah dan semilir angin sore.  Baju dan rambut kami yang beterbangan seakan ikut menerbangkan kecemasan dan beban pada masing-masing kita. Suara warga yang bermukin di pinggiran rel kereta pun tak kami dengar, saat itu kami hanya mendengar suara hati masing-masing. Masih terus berjalan, melihat layang-layang yang diterbangkan anak-anak sekitar. Sore itu indah. Walau sepanjang berjalan masing-masing pundak memikul bebannya masing-masing namun kala bersama semua terasa bisa dilalui dan baik-baik saja.  Dari kejauhan kereta sedang melintas namun kami tak berpindah dari tempat kami. Masih dengan posisi yang sama dan langkah yang tak berubah. Klakson kereta nyaring terdengar warga sekitar pun menyoraki kami un...

Senandika

Kenalkan namaku manusia, terlahir dari keras dan dinginnya dunia. Aku memiliki cara pandang tentang hidup yang mungkin cukup berbeda dari kebanyakan. Bagiku hidup tentang mencari makan untuk esok hari dan menyambung hidup sampai kapan entah. Mendapatkan cinta itu hanya dongeng tentang hidup orang yang perutnya tak pernah lapar saja.  Aku harus berburu berkejaran dengan derit jam demi menyuap nasi, demi membayar tempat merebah dengan bantal apek yang ku tiduri setiap malam. Boro-boro memikirkan manusia mana yang akan ku kencani esok malam minggu, pikiranku sudah dikusutkan tentang bagaimana aku menutup biaya hidup, apakah aku masih bisa makan esok hari.  Caraku memandang kisah romansa antar anak manusia tak lebih dari sekedar lelucon. Mana mungkin bisa mencurahkan waktu dalam hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri. Terlalu berlebihan menurutku. Jujur saja aku tak pernah mengenyam cinta dalam kehidupan, bahkan dari orang tua saja tidak karena sejak aku lahir aku tidak tau si...

Singkat saja ini untuk kamu

 Hai. Tahun sudah berganti namun mimpi yang mengetuk tidurku masih saja sama. Namun hal yang mengganjal mataku setiap malam hingga rusak jam tidurku juga masih sama. Hal yang ku desahkan dalam segala situasi kondisi juga masih sama. Aku juga tidak tau kapan semua ini berakhir. Atau mungkin aku yang memilih untuk tidak mengakhirinya.  Kepada manusia yang ku temui pada pertengahan 2019, maaf sekali kita kembali dekat dalam keadaan aku yang rapuh sana sini. Maaf bila aku sering menampikkan rasa yang tergambar nyata. Maaf jika kala kita bersama lagi aku menjadi manusia yang sedikit kacau. Aku masih takut, maaf jika dekapku kurang hangat. Tapi kamu perlu tau bahwa kamu cukup. Untukku, untuk kita, dan semoga bertahan lama hal-hal baiknya. Dan dalam menjalani hubungan itu terkadang juga perlihal "ternyata". Ternyata dia orangnya begitu, ternyata dia bangsat. Semoga saja ternyata yang ada diantara kita ini selalu baik. Atau bisa saja menjadi "ternyata kamu orang yang aku nanti s...