Sepotong Senja Yang Ku Kembalikan
Disuatu hari, aku sedang berjalan di rel kereta dengan kekasihku. Berjalan menuju arah matahari terbenam. Kita berjalan diatas rel kereta dan bergandengan tangan sesekali saling berpandangan dan tersenyum lalu tertawa bersama. Namun kadang kami juga terdiam menikmati setiap langkah dan semilir angin sore. Baju dan rambut kami yang beterbangan seakan ikut menerbangkan kecemasan dan beban pada masing-masing kita. Suara warga yang bermukin di pinggiran rel kereta pun tak kami dengar, saat itu kami hanya mendengar suara hati masing-masing. Masih terus berjalan, melihat layang-layang yang diterbangkan anak-anak sekitar. Sore itu indah. Walau sepanjang berjalan masing-masing pundak memikul bebannya masing-masing namun kala bersama semua terasa bisa dilalui dan baik-baik saja. Dari kejauhan kereta sedang melintas namun kami tak berpindah dari tempat kami. Masih dengan posisi yang sama dan langkah yang tak berubah. Klakson kereta nyaring terdengar warga sekitar pun menyoraki kami un...