Posts

Showing posts from January, 2022

Sepotong Senja Yang Ku Kembalikan

Disuatu hari, aku sedang berjalan di rel kereta dengan kekasihku. Berjalan menuju arah matahari terbenam. Kita berjalan diatas rel kereta dan bergandengan tangan sesekali saling berpandangan dan tersenyum lalu tertawa bersama. Namun kadang kami juga terdiam menikmati setiap langkah dan semilir angin sore.  Baju dan rambut kami yang beterbangan seakan ikut menerbangkan kecemasan dan beban pada masing-masing kita. Suara warga yang bermukin di pinggiran rel kereta pun tak kami dengar, saat itu kami hanya mendengar suara hati masing-masing. Masih terus berjalan, melihat layang-layang yang diterbangkan anak-anak sekitar. Sore itu indah. Walau sepanjang berjalan masing-masing pundak memikul bebannya masing-masing namun kala bersama semua terasa bisa dilalui dan baik-baik saja.  Dari kejauhan kereta sedang melintas namun kami tak berpindah dari tempat kami. Masih dengan posisi yang sama dan langkah yang tak berubah. Klakson kereta nyaring terdengar warga sekitar pun menyoraki kami un...

Senandika

Kenalkan namaku manusia, terlahir dari keras dan dinginnya dunia. Aku memiliki cara pandang tentang hidup yang mungkin cukup berbeda dari kebanyakan. Bagiku hidup tentang mencari makan untuk esok hari dan menyambung hidup sampai kapan entah. Mendapatkan cinta itu hanya dongeng tentang hidup orang yang perutnya tak pernah lapar saja.  Aku harus berburu berkejaran dengan derit jam demi menyuap nasi, demi membayar tempat merebah dengan bantal apek yang ku tiduri setiap malam. Boro-boro memikirkan manusia mana yang akan ku kencani esok malam minggu, pikiranku sudah dikusutkan tentang bagaimana aku menutup biaya hidup, apakah aku masih bisa makan esok hari.  Caraku memandang kisah romansa antar anak manusia tak lebih dari sekedar lelucon. Mana mungkin bisa mencurahkan waktu dalam hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri. Terlalu berlebihan menurutku. Jujur saja aku tak pernah mengenyam cinta dalam kehidupan, bahkan dari orang tua saja tidak karena sejak aku lahir aku tidak tau si...

Singkat saja ini untuk kamu

 Hai. Tahun sudah berganti namun mimpi yang mengetuk tidurku masih saja sama. Namun hal yang mengganjal mataku setiap malam hingga rusak jam tidurku juga masih sama. Hal yang ku desahkan dalam segala situasi kondisi juga masih sama. Aku juga tidak tau kapan semua ini berakhir. Atau mungkin aku yang memilih untuk tidak mengakhirinya.  Kepada manusia yang ku temui pada pertengahan 2019, maaf sekali kita kembali dekat dalam keadaan aku yang rapuh sana sini. Maaf bila aku sering menampikkan rasa yang tergambar nyata. Maaf jika kala kita bersama lagi aku menjadi manusia yang sedikit kacau. Aku masih takut, maaf jika dekapku kurang hangat. Tapi kamu perlu tau bahwa kamu cukup. Untukku, untuk kita, dan semoga bertahan lama hal-hal baiknya. Dan dalam menjalani hubungan itu terkadang juga perlihal "ternyata". Ternyata dia orangnya begitu, ternyata dia bangsat. Semoga saja ternyata yang ada diantara kita ini selalu baik. Atau bisa saja menjadi "ternyata kamu orang yang aku nanti s...