Samsara
Sampai kapan aku menelusuri kamu yang bisu dan tak tentu arah. Serupa apa aku dalam pandangmu? Betapa hina aku sampai kisah ini terlanjur begini. Sampai nanti pada waktunya akan ku kubur dalam kelam, saat sinar kita mulai sirna. Terlanjur merasa terluka. Kelak jika kamu temukan tulisan ini percayalah, aku mencintaimu. Pada obrolan kita yang pertama kali, aku sudah tau kamu menyembunyikan sesuatu di balik tenangnya suaramu. Pada dua binar matamu, aku tau mereka menangis sebelum pejamnya. Pada bibirmu yang pandai mengulum, aku tau mereka selalu kamu paksa untuk tersenyum. Aku merasakan lara yang dipeluk erat oleh sunyi. Berkali-kali kamu dihancurkan realita yang di pundakmu harapan bertumpu. Tulisan ini terjeda tak ku lanjutkan. Hingga beberapa waktu kemudian aku melanjutkan tulisan ini dalam keadaan aku yang sudah tidak bersama denganmu. Hal yang sudah ku duga namun aku tetap sakit dan menangis sedikit. Terlalu banyak yang ku doakan, terlalu banyak ku dikecewakan. Belum...