Posts

Showing posts from October, 2020

Kakofini

 Kita terlalu banyak bercerita untuk ukuran orang yang baru saja saling menyapa. Seakan teman lama yang kini kembali jumpa. Bukankah itu menyenangkan kedengarannya, namun ternyata sama saja. Kita tetap dua orang asing yang datang bersama cerita yang dipikul saat jauh sebelum bertemu. Kita tetap dua orang asing yang bertemu dengan menggenggam hati yang sebelumnya ditemu.  Saling meminta untuk saling melupakan dan memulainya lagi bersama rasanya terlalu cepat. Rasanya terlalu dini untuk meminta saling bercerita tentang semua. Mengingat kita masih dua orang asing yang baru saja saling menyapa.  Intuisiku yang selalu mengarah kepadamu tak cukup untuk membuatmu menetap dan bertahan lama. Mengamini setiap kata yang kau ucap tak cukup kuat menahanmu untuk tetap.  Menyeduhkan puisi padamu tiap pagi tak menjamin air mataku tak luruh lagi. Memang semua tak ada yang tau. Kepada kamu yang selalu menunda mengungkapkan isi hati, alibi mencari waktu yang tepat rasanya tak cocok lag...

Patah

Aku kini menemukannya. Lelaki yang aku kira bisa jadi pengganti. Lelaki yang mulai penuhi rongga hati. Lelaki yang baru saja aku ketahui. Manusia yang aku kira bisa bertahan lama, namun ternyata sama saja. Sebentar, tentang patah hatiku sebetulnya aku sendiri kurang yakin makhluk Tuhan mana yang kini mematahkan hatiku. Aku menangisi diriku sendiri atau menangisi perginya, manusia yang awalnya aku kira bisa menjadi teman melihat bintang, manusia yang aku kira menjadi selanjutnya setelah bapak.  Terbuka ku dibuatmu, akankah kelak kamu akan ku miliki. Resah mendengar kau akan beranjak, murka saat ku tau kau masih dengannya. Ah malam aku letih. Bertemu dengannya gusar tiada pernah berhenti. Memang yang terbaik aku lari saja dan menari.  BILA KAU BAHAGIA AKU PUN BAHAGIA, ITU BOHONG Aku pernah berpikir jika aku benar-benar melepasmu, ternyata semua itu hanya dalam bayanganku sendiri. Aku kira aku akan selalu baik baik saja sebab sudah ku persiapkan sebelumnya. Aku jatuh lagi untuk k...