Posts

Showing posts from November, 2022

.....

Inikah cobaan  Atau kutukan  Maafkan Hamba Tuhan Sakit ini sudah tak terelakkan Tadinya semua gemerlap  Sekarang gelap  Tadinya semua nikmat  Tak peduli malam jumat  Jika adanya hasrat  Maka saling melumat  Saturasi yang menjadi hitam  Rasanya hidup menjadi sangat kejam  Mungkin Tuhan sudah naik pitam  Menyiksa hamba dan terasa kejam 

Yellow Pink

Setelah membaca tulisanmu, dalam benak ku bertanya "sedang jatuh hati kepada siapa dirimu kini?" bertanya wanita mana yang berhasil meluluhkan hatimu. Pertanyaan yang tak pernah ku lontarkan kepadamu. Tanya yang hanya menggema di kepala, memberi ruang penuh terka. Apalagi pertanyaan tentang "apakah kamu jatuh hati kepadaku?" tanya yang sampau mati sepertinya tak akan pernah terlontar. Untuk aku yang menatap wajahmu lebih dari lima detik saja tak mampu, sungguh aku menggilai semua yang ada padamu. Sehingga waktu yang ku habiskan bersamamu ingin ku bekukan agar tak lekang oleh waktu. Atai kalau boleh meminta aku akan meminta banyak waktu yang aku habiskan bersamamu. Bahkan untuk menatap hujan sepanjang hari dari balik jendela kamar saja aku tak keberatan. Atau melakukan aktifitas membosankan lainnya asal itu bersamamu aku rela melakukannya.  Begitulah aku, yang kalau sedang jatuh hatinya pada seseorang manusia akal sehat terkadang tak ada gunanya. Kala menuliskan ini ...

Suri

 Ada yang bilang tidak apa-apa jalan yang penting jangan berhenti. Ada juga yang bilang melamban bukanlah hal yang tabu. Iya memang tidak ada salahnya berjalan ataupun melamban. Namun sampai kapan kita akan terus begini. Bisakah kamu berjalan lebih cepat sedikit? Sebentar lagi matahari akan terbit. Aku tak mau embun pagi melihatku sedang kacau begini.  Setiap malam bagiku terasa panjang. Lalu sepanjang itu pula aku terus memasukkan arak ke dalam kerongkonganku. Ku siram asam lambungku dengan cairan memabukkan itu. Ku biarkan hati bekerja lebih keras karena itu. Aku hanya ingin membuat diriku tak sadar karenan malam dan sepinya selalu menyiksaku yang sendiri.  Tambah lagi masih kurang, begitu terus ku ulangi sampai pagi. Aku tak peduli bila aku bisa memutahkan seisi perutku kapan saja. Aku hanya ingin melewati malam dalam keadaan tak sadarkan diri namun aku masih bisa melihat bintang terbang dan melayang. Namun meski begitu aku tak ingin bening embun dan sinar matahari pag...

Peristiwa Hotel Sentral

Bila telah tersibak tirai tirani  Masihkah kamu tetap mencintai Bila kegelapan mulai tampak  Masihkah kamu tetap tak berjarak  Kepada tuan yang saya hormati  Apakah diri ini hanya sebatas pusar ke kaki Saya sudah menghabiskan sepertiga kehidupan  Untuk mengenyam pendidikan  Maka tanpa tuan saya mampu hidup berkecukupan  Saya tak akan menghabiskan sisa usia dengan rebahan  dan membuka selakngkangan Lalu bukti kecintaan tidak dari memberikan perawan  Teringat malam itu Ketika tuan mempertanyaan perasaan  "kalau ga mau berarti kamu ga cinta sama aku?" Dih. Asu. 

Gun n Roses

Kala aku menuliskan ini kekasihku sedang sakit kepala. Sudah sejak tadi ia berbaring di sampingku tangannya masih melingkar di perutku. Sebelum ia tertidur perutnya sudah ku isi dengan sepiring makanan bergizi, walau belum sempurna dengan 5. Lalu kini giliranku menghangatkan sewadah cinta untuk kita sarapan esok pagi.  Selesai menulis satu paragran aku menengok ke arah kekasih hatiku. Matanya tertutup, namun dahinya masih berkerut. Entah apa yang ia pikirkan dalam tidurnya. Ku kecup keningnya mengelus pipinya memastikannya dalam keadaan baik-baik saja. Duhai kekasih hatiku kini, usah kamu cemas selama kita bersama dunia hanya sebatas mata kaki. Selama kita bersama terik matahari tak ada apa-apanya dibanding cinta kita ini. Selama kita bersama udara dingin tak menjadi masalah sebab kita masih dapat saling mendekap.  Untuk kekasih hatiku, aku selalu ingin tau apa yang kamu pikirkan ketika pertama kali membuka mata di pagi hari dari tidurmu. Aku ingin tau apa yang kamu rindukan s...

A nya Aneh

Mulai mengambil peran kembali ke barisan. Entah ini anugerah atau kutukan, yang aku tau aku kehilangan tujuan. Dipersimpangan jalan aku melihatnya memberi senyuman. Mulai saat itu aku menjadikan isi kepalanya tujuan. Sungguh aku ingin membelah belantara apa yang ia pikirkan. Manusia aneh yang aku temukan diantara manusia yang sama dengan kebanyakan. Ia menjadi merah ketika semuanya berwarna biru.  Ada kuda yang terbang menabrak konstelasi orion menjadikannya unicorn bercula satu. lalu rembulan malam itu tak muncul karena kelelahan dan ia tak istirahat di wajahku. Maaf aku lupa memberi tau kamu sehingga tulisan itu masih rumpang kini. Lalu ijinkan aku melanjutkan cerita itu disini.  Masih bertanya tentang apa yang ada di balik kepala. Masih mencari tau apa yang pertama kamu pikirkan kala pertama kali kamu membuka mata di pagi hari. Tidak aku tidak mengharap aku ada disana. Aku hanya penasaran apa yang pertama kali dipikirkan oleh manusia aneh sepertimu.  Jangan bertanya ke...