Setelah membaca tulisanmu, dalam benak ku bertanya "sedang jatuh hati kepada siapa dirimu kini?" bertanya wanita mana yang berhasil meluluhkan hatimu. Pertanyaan yang tak pernah ku lontarkan kepadamu. Tanya yang hanya menggema di kepala, memberi ruang penuh terka. Apalagi pertanyaan tentang "apakah kamu jatuh hati kepadaku?" tanya yang sampau mati sepertinya tak akan pernah terlontar. Untuk aku yang menatap wajahmu lebih dari lima detik saja tak mampu, sungguh aku menggilai semua yang ada padamu. Sehingga waktu yang ku habiskan bersamamu ingin ku bekukan agar tak lekang oleh waktu. Atai kalau boleh meminta aku akan meminta banyak waktu yang aku habiskan bersamamu. Bahkan untuk menatap hujan sepanjang hari dari balik jendela kamar saja aku tak keberatan. Atau melakukan aktifitas membosankan lainnya asal itu bersamamu aku rela melakukannya. Begitulah aku, yang kalau sedang jatuh hatinya pada seseorang manusia akal sehat terkadang tak ada gunanya. Kala menuliskan ini ...