Singkat saja ini untuk kamu

 Hai. Tahun sudah berganti namun mimpi yang mengetuk tidurku masih saja sama. Namun hal yang mengganjal mataku setiap malam hingga rusak jam tidurku juga masih sama. Hal yang ku desahkan dalam segala situasi kondisi juga masih sama. Aku juga tidak tau kapan semua ini berakhir. Atau mungkin aku yang memilih untuk tidak mengakhirinya. 

Kepada manusia yang ku temui pada pertengahan 2019, maaf sekali kita kembali dekat dalam keadaan aku yang rapuh sana sini. Maaf bila aku sering menampikkan rasa yang tergambar nyata. Maaf jika kala kita bersama lagi aku menjadi manusia yang sedikit kacau. Aku masih takut, maaf jika dekapku kurang hangat. Tapi kamu perlu tau bahwa kamu cukup. Untukku, untuk kita, dan semoga bertahan lama hal-hal baiknya.

Dan dalam menjalani hubungan itu terkadang juga perlihal "ternyata". Ternyata dia orangnya begitu, ternyata dia bangsat. Semoga saja ternyata yang ada diantara kita ini selalu baik. Atau bisa saja menjadi "ternyata kamu orang yang aku nanti selama ini" atau "ternyata kamu jodohku". Tak ada yang tahu mengenai hal-hal yang begitu. 

Untuk manusia yang itu, jika kamu merasa itu kamu ya bisa saja benar ini untuk kamu. Akan ku sampaikan kalau, baiknya hubungan ini lekas menemukan ujungnya. Aku sudah merasa cukup berjalan berkeliling bersamamu tanpa tujuan. Jika memang tak berakhir bersama ya baiknya lekas sudahi saja. Agar kita berjalan tak terlalu jauh sebab aku takut nanti tak dapat menemukan jalan pulang. Kamu tahu kan jika aku ini buruk sekali untuk mengingat arah jalan. 


Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis