Posts

Showing posts from September, 2021

Karena Aku Cuma Satu

Memikirkan hal yang indah akan terjadi aja aku malu. Setelah kejadian itu aku menjadi sangat tidak percaya diri, namun ada waktu aku merasa sangat hebat sekali. Saat aku melihatmu dengannya aku sudah tidak menangis. Bahkan aku sudah tidak menerimamu kembali untuk bersamaku lagi. Walaupun kamu masih menjadi satu yang tak bisa lepas, manusia yang telah mencuri hatiku. Dengan perasaan yang lemah itu berhasil menyentuh sendiriku.  Apakah kamu bisa menatapku dan menemukan aku yang dulu? Bagaimana aku bisa mengerti hal-hal rumit dibalik tempurung kepalamu itu. Aku hanya tau jika kamu itu satu yang membuat luka hati manusia. Meski hatiku merasa masih ada satu harap, namun nalar tetap melawan tingginya hati. Sungguh aku tak mengerti. Aku hanya minta untuk kembalikan jiwaku walau dalam keadaan terluka. Aku tak apa, sungguh. Aku tetap akan berjalan dan mencari apa yang sedang terjadi di dalam hati ini. Walau sendiri.  Sudah banyak peduli yang tak berarti, sudah banyak hal berarti yang t...

Kamu, Jaga Kesehatan Ya.

 Kepada kamu manusia yang baru saja aku tau namanya. Ternyata kamu ada di kotaku lalu selama ini dimana aku kemana kamu. Kali ini aku sudah mempersiapkan hati jika kamu akan berakhir seperti yang lalu. Memangkas habis bibit harapan, membakar habis cemburu, menyempitkan khayal yang indah-indah. Sudah, kali ini aku jauh lebih kuat menghadapi perpisahan di tengah jalan yang bahagia. Dari tempat antah berantah kamu hadir menyapa, berjalan tujuh minggu dan sudah saling tau jika sama-sama mengemban luka. Tidak ada pertanyaan dan pernyataan siapa yang paling tersakiti. Bukan urusanku juga.  Kali ini aku belum jatuh, namun lumayan lah sudah jalan separuh. Maaf jika sesekali aku menganggapmu sama seperti yang lalu. Entah kamu memang sama, atau jauh berbeda aku tak pernah tau. Tak bisa ku terka. Usai perjumpaan yang itu aku masih samar merekam wajahmu dalam kepalaku, kamu masih ku lihat samar. Yang aku tau kamu cukup tampan untuk ukuran lelaki usia sebaya. Namun tidak ada harap untuk be...

Proses Pulih

Kamu tau apa bentuk kamu dan aku? Kita adalah manusia yang sedang jatuh cinta. Hanya saja dengan manusia yang berbeda. Cintaku bertepuk hampa harapan. Kini aku dan kamu adalah asing, manusia yang menyimpan perasaan bersalah pada balik kepala masing-masing. Namun akan tetap ku pastikan kamu tetap akan bisa merindukan aku walau tengah disampingnya. Sekarang kamu sudah pergi, lalu apakah kamu memutar arah langkah kala melihatku menangis sendirian? Bayangmu yang perlahan namun pasti mulai memudar di bawah sinar. Bayangan yang akan ku peluk lebih lama, namun nalarku buru-buru menyapunya. Lalu pada namamu aku menyelimuti tubuhku sendiri. Sambil menanti kapan waktumu untuk pulang. Walaupun aku tau segala yang hilang sulit untuk kembali pulang. Dan kenangan yang tertawa membuat semakin tragis karena memaksa untuk bersama yang makin tidak logis. Waktu yang selalu berpacu, malam masih membisu atau mungkin lebih ke tidak mau tau kala aku tau kamu sudah temukan gadis yang lebih manis.  Entah b...