Sushi Trash

Sial. Dia sudah  punya kekasih namun bukan aku. Padahal aku sudah menukarkan pundi dalam hidupku agar dapat habiskan sisa usia bersama. Dan tak seharusnya aku kehilanga kamu, harusnya aku yang tidur di dekatmu menatap wajahmu lekat dan dekat menyeka mata pandamu yang kian menggelap.

Aku sudah terlanjur menusuk bola mataku agar buta merusak telingaku agar tuli supaya aku hanya memandang dan mendengarmu saja. Bukan hanya satu manusia yang bilang kita tak serasi, namun ternyata pandanganmanusia yang sedang tidak jatuh cinta memang lebih masuk akal. 

Berlari aku menuju Tuhan, bertanya berdodsakah aku jika berdoa agar kau terluka dan kecewa. Aku putar arah sesudahnya setelah tersadar apa bedanya aku dengan dia, kamu atau mereka yang menyakitiku. Mungkin meminta agar Tuhan saja yang me-reply adalah sikap bijaksana. 

Sudah tugasnya selesai semua kamu pergi senikmatnya. Sempat menunggu pagi kini kamu yang malah pergi. Mana, mana, tanggung jawabmu mana. Ah aku lupa, tugas yang jadi tanggung jawabmu saja aku yang kerjakan, lalu tanggung jawabmu aku juga yang mengemban. 

 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis