Sumpah ini puisi cinta penuh serapah
Sial.
Diantara berbagai arah aku selalu melihat ke arah jarum jam dua dari tempatku berpijak.
Lelaki jelek, dungu pula, sampah sampah sampah.
Tapi aku suka.
UTS Analisis Jabatan terasa bukan apa-apa selama aku masih dapat melihatmu dengan kasat mata.
Jumat terasa mendung, tak terik seperti biasanya.
Namun aku padamu tak pernah biasa saja.
Pukul sudah mendekati jam makan siang.
Waktunya membicarakan mimpi dan angan-angan.
Lalu pulang bersama dan tertawa.
Eh aku dilempari tai oleh wanita pilihanmu yang tak seberapa itu.
Aku tidak bisa apa-apa.
Bagaimanapun ia yang kamu pilih untuk merentangkan paha setiap kamu ingin.
Ku ambil pisau untuk memotong pisang
Padahal pisangnya sudah lumat hanya dengan ku cecap.
Aku berjalan menuju pasar.
Aku ingin ke tempat yang hingar
Kedapa kamu manusia yang fasih memaki,
ingin ku elus wajahmu dengan kaki.
Sumpah ini puisi cinta penuh serapah khusus buat kamu.
muah.
Comments
Post a Comment