Posts

Showing posts from 2020

Kakofini

 Kita terlalu banyak bercerita untuk ukuran orang yang baru saja saling menyapa. Seakan teman lama yang kini kembali jumpa. Bukankah itu menyenangkan kedengarannya, namun ternyata sama saja. Kita tetap dua orang asing yang datang bersama cerita yang dipikul saat jauh sebelum bertemu. Kita tetap dua orang asing yang bertemu dengan menggenggam hati yang sebelumnya ditemu.  Saling meminta untuk saling melupakan dan memulainya lagi bersama rasanya terlalu cepat. Rasanya terlalu dini untuk meminta saling bercerita tentang semua. Mengingat kita masih dua orang asing yang baru saja saling menyapa.  Intuisiku yang selalu mengarah kepadamu tak cukup untuk membuatmu menetap dan bertahan lama. Mengamini setiap kata yang kau ucap tak cukup kuat menahanmu untuk tetap.  Menyeduhkan puisi padamu tiap pagi tak menjamin air mataku tak luruh lagi. Memang semua tak ada yang tau. Kepada kamu yang selalu menunda mengungkapkan isi hati, alibi mencari waktu yang tepat rasanya tak cocok lag...

Patah

Aku kini menemukannya. Lelaki yang aku kira bisa jadi pengganti. Lelaki yang mulai penuhi rongga hati. Lelaki yang baru saja aku ketahui. Manusia yang aku kira bisa bertahan lama, namun ternyata sama saja. Sebentar, tentang patah hatiku sebetulnya aku sendiri kurang yakin makhluk Tuhan mana yang kini mematahkan hatiku. Aku menangisi diriku sendiri atau menangisi perginya, manusia yang awalnya aku kira bisa menjadi teman melihat bintang, manusia yang aku kira menjadi selanjutnya setelah bapak.  Terbuka ku dibuatmu, akankah kelak kamu akan ku miliki. Resah mendengar kau akan beranjak, murka saat ku tau kau masih dengannya. Ah malam aku letih. Bertemu dengannya gusar tiada pernah berhenti. Memang yang terbaik aku lari saja dan menari.  BILA KAU BAHAGIA AKU PUN BAHAGIA, ITU BOHONG Aku pernah berpikir jika aku benar-benar melepasmu, ternyata semua itu hanya dalam bayanganku sendiri. Aku kira aku akan selalu baik baik saja sebab sudah ku persiapkan sebelumnya. Aku jatuh lagi untuk k...

URAP, aku mulai muak :(

Hai. aku kembali dengan isi kepala yang dipenuhi kamu. Baru saja aku dengar kalo kamu tebar pesona sama temenku. huh aku ga suka tapi aku ga bisa marah. *nah aku lupa kan tadi mau nulis apa. Ah iya akhir akhir ini aku mulai muak sama kamu deh, kenapa si ganggu pikiranku terus. Entah aku mulai muak ini adalah awal aku bisa melupakanmu atau aku sedang berada di titik terakhir lingkaran setan. Lingkaran setan yang awalnya aku begitu lugu mencintaimu, selalu sedia mencintaimu entah bagaimana rupamu, lalu aku mulai sakit dan lelah mencintaimu seperti itu, selanjutnya aku mulai membencimu dan aku mulai muak denganmu. Namun sialnya setelah itu aku kembali lagi di fase pertama, aku yang begitu mencintaimu. Denger denger dari cerita temenku, kamu kenapa si suka  banget tebar tebar pesona padahal uda punya pacar. Lama-lama tingkahmu yang gitu jadi nggak banget daaa.... Lucu juga kalo inget aku yang sangat mencintaimu. Seakan rela menjadi jari kelingkingmu yang kau gunakan untuk membersihkan ...

urap 2019 bagian 3

Hai,aku kembali dengan hati yang sepenuhnya milikmu.bagaimana denganmu? sudihkan kau menyerahkan semuanya untukku? jika tidak tak apa,aku paham jika kamu itu tak sebodoh aku.sudah banyak bual tuk menepis realita jika kamu memang bukan milikku. Aku telah memilih untuk berulang kali disakiti realita, dengan ia yang tak sejalan dengan inginku. Kamu tetap menjadi benang merah dari luka ini. Tak apa aku terus menangis sebab tangisku selalu diredakan dengan bahagiamu. Tawamu menjadi percikan nadir di hatiku, tawa saat tak bersamaku

Urap 17,12,19

.jika jatuh cinta adalah kepada siapa kita siap patah hati,maka jauh sebelum itu aku sudah mempersiapkannya.nyatanya aku begitu kuat untuk bertahan di tengah ketakutan.aku selalu ingin menenangkan cemasmu,namun tak pernah kau tampakkan itu.aku dulu yang begitu yakin tentang kita,sekejap kau membuat itu seolah nyata,namun setelahnya kau buat aku bertanya tanya. Di sini,di sudut luka yang tak pernah ku ratapi,terselip doa-doa agar kau bahagia.untukku,aku tak tau mengapa begitu mencintaimu.manusia indah dengan sepasang mata minimalis,yang jelas susah dilupakan.selalu waktu dulu aku menatap mata itu untuk memohon agar dapat bersanding,pernah juga menjadi pijakanku untuk memanjat pelangi meski kadang pelangi tak nampak karena dimakan mendung dan gerimis.aku selalu percaya jika pelangi akan muncul setelah badai.dari situ aku belajar merelakan.sadar karena tidak selamanya kita bersama. Setelah ini hanya merindu yang ada padaku.ya,meski merindukanmu lalu tidak dirindukan lagi.Pergilah ,kira...