Inisialnya K Mendatar Enam Huruf
Pada riuh sekumpulan manusia yang beberapa aku kenali, di tengah deras hujan aku berlari mencari tempat meneduh. Aku menutupi kepalaku dengan kedua tanganku dan percuma saja sebab sekujur tubuhku basah. Sampai lah aku pada bangunan beratap aku meneduh disana dan tak hanya aku saja yang berada di sana. Aku mengenali beberapa dari mereka. Diantara tubuh manusia itu aku melihat dirimu yang sedang memandangiku.
Lalu adegannya berganti menjadi aku berlari menuju tempat awalku sebelum aku berteduh, kamu mengikuti aku dari belakang. Ingatanku samar-samar namun sepertinya aku menuju ke motormu diparkirkan. Entah aku lupa hendak apa.
Tiba-tiba adegannya berganti lagi. Kali ini latar tempatnya adalah rumahku. Saat aku keluar rumah aku mendapati kamu sudah di depan pintu rumahku, aku ingat kamu memakai baju warna merah. Kita tidak bicara, hanya saling memandang satu sama lain pada tempat masing-masing.
Lagi-lagi kini adegannya berubah. Tampak aku dan beberapa temanku berdiskusi tentang mau kemana kita akan menghabiskan waktu bersama. Akhirnya diputuskan untuk ke rumahku. Lagi-lagi rumahku menjadi latar tempatnya. Tiba-tiba aku dan beberapa temanku ini sudah berada di rumahku, aku tak ingat mereka siapa saja namun aku ingat kamu ikut pergi ke rumahku bersama temanmu.
Sesampainya di rumah kamu tampak terlibat perdebatan sengit dengan teman dekatku. Kamu emosi dan memutuskan untuk pulang. Aku yang mengetahui itu langsung mencegahmu, menenangkanmu kembali. Saat itu tergambar aku dan kamu sedang merebah di kasur kamarku. Kita mengobrol, dan kamu pun kembali tenang saat itu. Aku tak ingat obrolan apa saja ketika itu. Satu percakapan yang aku ingat
"sabar ya, maafin temenku udah jangan emosi lagi" ucapku sambil mengelus tangan dan lututmu.
Aku lupa beberapa adegan selanjutnya, yang ingat kamu tampak akrab dengan keluargaku terutama bapak dan sebelum kamu pulang tampak bapak menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke tanganmu. Kamu pulang berboncengan dengan temanmu yang tadi, aku melepas kepergianmu sampai kamu menghilang di belokan.
Setelah itu adegannya berganti aku menemukan bangkai manusia yang sudah mati dan membusuk.
TAMAT.
Comments
Post a Comment