Posts

Showing posts from 2023

PTSD

Aku menangis di jalan pulang  Perjalanan yang terasa panjang  Bodoh dan sayang  Semua selalu terulang Kau bawakan arti tenang  Kau hancurkan yang terkenang  Kau berikan perayaan  Kau sendiri yang hancurkan  Sudah tau  Sudah pernah  Sudah terlanjur  Aku hancur Ada seseorang di atasku Sedang bertaruh  Aku mulai luluh  Dan duniaku runtuh Begitu sampai akhirnya ia pergi  Begitu sampai akhirnya aku tak kembali  Sampai jumpa di neraka 

Lakuna

Bagaimana tanda kalau ia benar-benar mencintai  Memantau ramalam zodiak tiap hari Kumpulkan fakta, mulai cocokologi Begitu terus sampai dapat validasi Yang buruk tak terlihat mata Yang fana terlalu dirasa Yang baik tak tereja Yang sakit dirasa tanpa jeda Menghilangkan yang ada Menghadirkan yang fana  Realita yang delusional Semua ini mulai irasional Sampaikan yang getir  Katakan dengan satir  Berpura-pura menjadi mahir Mulai pertanyakan kenapa lahir

Proses

Kamu adalah hikmah yang tak pernah ku pelajari. Darimu aku tau bagaimana rupa tersakiti dengan cara yang baru.  Bertemu, menyakiti dan ulangi. Rute yang sama ulangi lagi dengan sopir yang berbeda. Dalam kehidupan yang singgah dan pergi, bisa-bisanya aku mengijinkan untuk disakiti berkali-kali.  Semenjak ada manusia berbentuk kamu, semua kata "mu" itu jadi milikmu.  Ketika ada perasaan lancang yang menganggap kamu milikku,  Disitu awal mula aku menggali kuburanku sendiri Selamanya kita tak pernah benar-benar saling memiliki  Ada yang lebih pantas untuk disebut pemilikmu, pemilikku, pemilik kita Pemilik alam semesta.  Maka, sebaiknya kamu takut aku diambil oleh yang memiliki hidupku terlebih dahulu ketimbang aku diambil oleh manusia lain.

Algea

Adakah alasan yang pantas untuk merayakan hari ini? kala dari bangun tidur sampai petang tak banyak yang dilakukan Buka revisi, kerjakan, menangis ulangi lagi Bisakah lima menit saja ku ambil alih dunia? Kapan kah tiba di masa dapat ku curi ruang dan waktu Kapan kah badai ini berlalu  Bisakah ku rayakan dunia? kembalikan hal yang buatku bahagia Setelah jauh melangkah Masihkah terlambat? Pelan tetap melangkah Sambil sebat Agar ada bara yang tersisa. Semua yang dilakukan hanya merusak diri Apakah hidup ini cukup berarti?

Aponia

Tulis kata bijak lagi Akhir taun waktunya susun resolusi lagi  Koreksi dan perbaiki  Satu tahun berapa kali sakit hati? Sabar...... Adakah kata pengingat selain itu? Baju rapi hanya dipakai ke pernikahan Tiap pagi pikiran selalu berantakan  Sudah berapa kali ingin mati? Cari pelarian untuk pelampiasan  kegiatan yang memicu kerusakan Alkohol lagi  Mutah lagi Bisakah hidup lebih lama lagi Kala hidup penuh elegi Sabar..... Terus Sabar Lagi

Priya Ku

Benang mulai terajut menggeliat membentuk pola yang belum terlihat jelas. Sejak pertama aku mengenalmu, aku tau ada sesuatu di balik tatapan matamu. Sejak pertama mendengar suaramu, aku tau ada gemuruh yang kamu sembunyikan disana. Sejak aku memelukmu, aku tau ada yang rapuh disana. Namun saat aku berbicara denganmu aku tau ada yang tak biasa di dalam kepalamu. Kalau boleh mengutip kalimat milik hindia, "Jalanmu berat seumur hidup semoga ada bara yang tersisa". Mulai saat itu aku berjanji untuk menjadi baramu. Aku rela membakar diriku sendiri agar ada nyala di matamu. Semoga kamu bijaksana kala membakarnya. Karena kalau tidak apinya bisa melukai salah satu diantara kita.  Untukmu, pada bagian hidupmu yang saat ini kamu akan menemukan manusia yang keras kepala sekaligus tinggi gengsi dan egonya kala mencintai. Namun sampai kapan pun ia tak akan mampu menurunkan egomu dalam cerita. Kalau manusia ini sudah berkata ia mencintaimu maka dari pagi sampai petang yang keluar dari mulu...

Delulu

Sejak pertama kali semua memang hanya delusi. Aku jatuh hati pada ilusi yang ku buat sendiri. Sejak awal aku hanya membual. Mengais validasi agar ilusiku menjelma seolah nyata. Selama ini aku dipeluk kekosongan. Aku jatuh hati pada ketiadaan. Pada bagian malam yang lain ia sedang bermain-main. Sedang aku masih saja sendiri dengan perasaan ku yang semakin.  Sedang lagu milik rumahsakit, hilang masih menjadi lagu favoritku Sebab dari sana aku dapat tetap menghidupkan bayanganmu.  Lewat lagu yang biasa kamu perdengarkan Dari sana aku dapat berbicara padamu   

Sunya

Kosong.  Aku sudah tak dapat melihat peta dari langit Belakangan ini duniaku terlalu gemerlap Kadang penuh asap Kadang hitam gelap Aku ingin beranjak  Yang aku lakukan kini malah membuat makin berjarak Kadang terlalu banyak menenggak arak   Lainnya terlalu sering bersorak  Entah apa yang sedang merasuki jiwa  Jelita mimpi entah hilang kemana  Hampa  Hidupku Hasrat tuk bermimpi  Diserobot birahi  Aku yang berdikari  Kini hanya butuh lelaki  Aku Separuhnya pergi  Sisanya terus mencari 

Tristis

Masih berhenti di kamu. Aku masih saja belum melaju. Masih tak tau juga kemana yang akan aku tuju. Karena kamu dengan sempurnanya merusak semua rencanaku. Semenjak aku sudah memutuskan untuk bersamamu, segala yang akan aku lakukan dalam hidupku aku memikirkan untuk dilakukan berdua. Membeli tiket konser berdua, menyiapkan kudapan dan sloki untuk minum berdua, mencari tau makanan kesukaanmu untuk makan malam kita berdua.  Lalu sampai sekarang aku masih mempertanyakan kita ini serupa apa. Teman tak melakukan hal yang kita lakukan, kekasih juga tak melakukan hal yang kita lakukan.  Setelah bersamamu, aku jadi tau kalau tak ada hubungan yang panjang dari pendekatan yang hanya sebentar. Baru saja tiga bulan, laku mu bagai tarian pengundang hujan air mata di malam penuh kejanggalan itu. Wangimu tersisa di sela baju hangatku beserta sedih paling palung. Soal perkara itu aku mati-matian mencari jalan keluar, sedang kamu menolak dan menyumpal kepalaku dengan alasan tak masuk akal. Bahk...

Cerita Untuk Mo.

Selama ini.. aku memilih derita karena aku takut untuk mengakhiri cerita. Semua mulai menjadi bias, aku jatuh hati padamu atau jatuh hati pada kenangan yang sudah kita lalui. Memilih menjadi tulus hanya karena tetap bersemayam walau sudah berkali kamu abaikan. Pada kenyataan yang sudah tak wajib lagi kabari dan hidup sendiri-sendiri, bersembunyi di balik tiari hujan terasa lebih indah dari kenyataan.  Sekarang kamu memilih untuk menutup buku ketika aku tak berhenti menuliskan semua tentangmu. Kamu tetap diam tak lagi menawarkan cintamu lagi. Ini sulit bagiku, semua atasmu terasa sulit bagiku. Bayangmu yang masih ada dalam mimpi, membuat basah di pipi. Waktu yang belum terlalu lama namun tak terasa sudah sampai hari ini, dan menyadari semua yang telah terjadi, ini semua serupa elegi.  Per hari ini, setelah menyadari apa yang sudah terjadi, menangis lagi dan urutannya terus ulangi. Kini ku perkenankan kamu untuk berdiam dalam ketidak berdayaan melawan dunia. Aku persilahkan kamu...

Layang

Untuk Jodohku. Semoga kita lekas bertemu. Assalamualaikum sayang. Apapun yang sedang kamu lakukan semoga itu hal yang bermanfaat dan semoga kamu selalu baik. Kenalkan namaku sama seperti yang tertera di KTP. Siapapun namaku nantinya tetap akan dipanggil sayang juga. Usiaku tergantung di tahun berapa kita bertemu lalu saling berkenalan.  Aku pelupa, sedikit lalai, namun aku tidak bodoh. Kalau aku bodoh aku tidak akan memutuskan untuk melanjutkan hidup bersama kamu. Banyak hal buruk yang terjadi dalam hidupku. Beberapa orang datang ke dalam hidupku dan mengkacaukannya.  Ada yang meniduri janda kala masih menjadi kekasihku, ada yang perilakunya memicu naik asam lambungku, ada yang mengucap hamdalah padahal ia nasrani, ada yang hanya penasaran, ada pula yang beralasan konyol seperti aku terlalu keren untuknya dan ia minder.  Tapi aku juga melewati banyak hal baik juga. Ada yang menungguku selama sewindu, ada yang menerima bagaimanapun kondisiku,ada yang tidak pernah benar-ben...

Nelangsa Lorong Hostel

Melangkah dalam kehidupanmu, melangkah dan terus mencari tujuan. Sampai pada suatu tanya, masihkah hatiku di dalam hatimu kala kita tak bercinta lagi. Mungkinkah tercipta kembali saat kamu sedekat nadi. Semerbak aroma tubuh kita yang bergesekan, sehangat dekapan lengan kala di ketinggian. Meski kita sudah tidak bersama lagi. Malam semakin pekat tercipta sejuta lamunan, kala sendiri tersiksa rindu, asmara tercerai orang ketiga. Atau mungkin salah kita juga.  Walau tubuh sudah terpisah aku harap tidak ada yang berubah.  Setelah semua yang telah terjadi aku tidak akan memintamu untuk melakukan sesuatu kecuali pertanggung jawabanmu kala benih yang kamu semai bertumbuh subur. Walau jujur, bayangan kita sepanjang malam itu tak juga luntur dari pandangan dan ingatanku.  Mas, aku ga tau masih sayang kamu apa engga. tapi tiap inget kamu aku selalu ingin bertemu denganmu. Setiap ingat kamu aku rela menurkarkan segla pundi yang aku punya demi bisa bersamamu. Aku pernah berkata pada ...

Yellow Sign

Hai. ini aku manusia yang masih belum biasa biasa saja kepadamu. Aku masih ingin merawatmu dalam beberapa waktu pada hidupku. Aku yang selalu bertanya masihkah ada aku di hatimu, sudahkah kamu temukan yang baru, tanya yang tak pernah kamu jawab. tanya yang aku asumsikan sebagai "udah ga ada kamu dihatiku aku udah ada yang baru"  Memang benar selama kita bersama yang tak terlalu lama itu kamu banyak salahnya. Salah yang berulang kali aku maafkan. Sakit yang aku telan sendirian. Lalu sedih berkepanjangan.  Semakin mempertanyakan cara kerja semesta kala aku tau kamu dapat bertahan lama dan membahagiakan manusia lain yang bukan aku.  Semakin mempertanyakan cara kerja semesta, semakin lupa kalau aku harus baik-baik saja. Semakin larut dalam tanya, semakin lupa kalau aku sebetulnya tak membutuhkannya. Apa aku kurang lama memberi waktu pada diriku untuk bersdih? Apa aku sebetulnya belum sepenuhnya menerima?  Usah kamu merasa paling menderita. Disini ada anak manusia yang hi...

Untitled

Sudah terlanjur. Aku terlanjur menawarkan, terlanjur mengiyakan. Sampai akhrinya kita berpasangan. Selalu seperti katamu, udah terlanjur mau gimana lagi. Berulang kali pemakluman terkabulkan atas semua tingkah keparatmu. Menjadi keparat memang semudah menjadi kamu, yang selalu alpa logika lupa hatinya dimana.  Sialnya aku telah memutuskan hidup bersama pecundang. Pecundang yang bangsat pula. Bodohnya aku masih menerima hanya karena ia tak buruk rupa. Tunggu, tunggu saja. Aku selalu ingin balas dendam. Kala bersamamu adalah sebuah pilihan maka aku juga dapat memilih untuk berjalan mengganti tujuan.  Ternyata ada yang sama sulitnya dengan menyatukan dua agama yang berbeda, yaitu menyamakan tingkat berpikir yang berbeda. Kala bersamamu aku terpaksa mengkerdilkan duniaku, menyempitkan pandanganku, hanya seluas dan selebar pola pikirmu. Mendefinisikan keindahan hanya sepanjang alismu. Kala pasangan lain menjadikan lagunya dewa 19 untuk anthem kisah cintanya, aku memilih lagu matram...

jet lag

Kamu adalah psychedelic yang terlalu surealis untuk aku. Rusak, berantakan sana sini, penuh halusinasi, tak berisi. Kesadaran yang berubah. Logika tak bernyawa, hati tak berdaya. Sialnya kamu begitu nyata bagiku. Sialnya kamu terlalu nyata jika hanya ada dalam mimpi. Tiba-tiba aku terbangun di pagi hari, badanku memberi sinyal kalau aku akan sakit hati lagi. Sedang kamu selalu ada saja jalan untuk suatu niat yang jahat. 

Sampai pada akhirnya

Aku tidak akan bertanya apapun mengenai mengapa kamu memilih menyudahi hubungan ini. Hubungan yang sudah kita pilih untuk kita lakoni bersama. Aku tidak akan menerka apapun. Bahkan mengenai seperti apa rupanya, apakah ia lebih cantik, lebih pintar, lebih lembut, atau tentang bagaimana postur tubuhnya, seberapa besar buah dadanya.  Aku tidak akan membandingkan dengan apa yang ada pada diriku.Kamu yang meninggalkan aku mungkin karena aku kehilangan sesuatu yang dulu pernah membuatmu jatuh cinta padaku. Karena jatuh cinta tidak perlu membutuhkan alasan begitu pula tentang meninggalkan bukan? Pada kenyataannya kamu sudah tidak menggenggam tanganku sekarang. bekas ruam perlahan mulai memudar.Ketika sudah tidak bersama lagi setidaknya aku masih bisa merindukan dan kecewa pada waktu yang bersamaan.   Sampailah kini di persimpangan yang penuh lalu lalang. Aku mulai mendengar orang-orang yang membicarakanmu. Bisikan berubah menjadi teriakan yang memenuhi gendang telinga. Aku pun j...

Nah Kan.

Berkali-kali aku menyalahkan minuman yang membuatku setengah tak sadarkan diri itu. Sialan. Aku tak mau kisah ini berhenti di bulan juni. Aku tak mau hujan juga turun membasahi pipiku. Sayang, kamu hanya perlu kamu memahami aku. Aku tak keberatan bila harus berkali-kali memberimu pengertian sampai akhirnya kamu tumbuh pemahaman. Pantaskah aku meminta maafmu kala diriku saja belum memaafan peristiwa itu. Sayang semua ini terasa sangat sulit bagiku. Karena kamu telah memilih bersamaku, maka akan aku ceritakan semua kisah pahit itu. Namun siapa sangka ternyata aku tak seharusnya begitu. Semua yang aku bagikan padamu harusnya yang manis manis saja. Bahkan kamu tak perlu tau kalau aku berdarah juga. Sayang, untuk kali ini saja tolong mengertilah. Malam itu ia menyayatku dengan pisau tanpa naluri. Lalu aku sakitnya tak juga berhenti. Bahkan ketika aku bertemu kamu sekalipun. Aku sungguh ingin mengubur kenangan itu dengan membohongi diriku sendiri. Bukan ingin menghukummu dengan perasaan bers...

Sirine

Kepada perempuan manapun yang juga sedang mencintai kekasihku kini. Bila kamu mencintainya lebih dari aku dan merasa lebih pantas bersamanya, maka ambillah. Ia milikmu bahkan sejak pertama kekasihku menggodamu. Sejak saat itu pula ia sudah kehilanganku. Aku tak tertarik untuk merebutkan lelaki dan bahkan jika aku menang pun aku tidak bangga.  Kepada perempuan manapun yang juga sedang mencoba merayu kekasihku kini. Aku sarankan kepadamu untuk berpikir lagi sebelum mengambil kekasihku. Mampukah kamu menjaganya sebab aku bisa saja mengambilnya lagi sewaktu-waktu bila kamu tak cukup baik merawatnya.  Kepada lelaki yang kini menjadi kekasihku namun sampai sekarang aku tidak tau siapa nama lengkapmu dan kapan tanggal lahirmu. Aku telah memaklumi dan menerima bahkan mempersiapkan segala kurang yang ada padamu. Meski begitu kala sesuatu terjadi aku tak pernah siap akan itu.   Banyak yang lebih ayu, banyak yang lebih pandai merayu, banyak yang suaranya lebih mendayu. Semua te...

Satis

Saat pertama mengenalmu dan memutuskan bersamamu aku telah menerima semua titik yang ada padamu. Denganmu aku benar-benar belajar menerima dan memahami dengan serius. Tetap menemanimu dengan tulus dan mencintaimu dengan seratus. Lalu dengan apa yang sudah aku lakukan ini aku hanya ingin kamu tau kalau aku sudah merasa cukup dengan memilikimu.  Kepada kamu kekasih hatiku yang belum lama ini. Usah kamu merasa tak bisa membahagiakan aku hanya karena kamu tak bisa seperti laki-laki lainnya. Aku sudah cukup atasmu, sungguh. Kamu memilki sesuatu yang tak dimiliki laki-laki lainnya karena itu aku memilihmu.  Membahagiakan aku kamu hanya perlu meluangkan waktu yang kamu miliki dalam hidupmu untuk memikirkan dan memandangiku.  Kepada manusia yang kini ku panggil sayang. Aku sudah menerimamu maka kamu kini harus menerima dirimu sendiri pula. Aku mencintaimu sampai aku takut merepotkanmu bila ku gantungkan bahagiaku padamu. Urusan bahagiaku biar ku urus sendiri dan bersamamu kini ak...

Gerha

Lihat pantulan di cermin yang berdebu itu. Tampak seonggok tubuh berparas ayu, yang akhirnya kamu pilih kala ia tampak layu. Baik-baik lah kamu agar ia dapat mekar meneduhkan. Masih tak percaya bila bayangnya kini tak sendiri lagi. Segala yang ada terasa berlalu dengan lambat tak apa asal cinta ini tak datang terlambat. Semua yang telah terjabat peganglah dengan erat.  Bila ada yang lebih indah dari lirik lagu sempurna itu adalah kisah kita. 

Abra Abirupa

Kepada yang telah memenangkan hatiku. Hari ini aku memutuskan untuk berbagi keluh kesah hidupku pada manusia yang belum lama ku kenal. Manusia yang tak ku sangka membuatku tersenyum merekah. Pencarianku kini berhenti di kamu. Entah setelah itu masih ada pencarian lagi atau memang benar-benar berhenti di kamu. Aku tak menjanjikan akan bertahan selamanya bersama kamu namun aku akan melakukan semampuku untuk merawat rumah yang telah terbangun.  Pada persimpangan ku temukan kebingungan, kamu datang menawarkan kenyamanan. Tak ada alasan lainnya katamu. Aku yang masih dengan rusak sana sini, masih sering menangis sendiri dengan nekat menanyakan tentang serupa apa kita ini. Aku akan menjadi lebih berani kali ini dalam menjalani hubungan ini. Entah perasaan apa ini yang tengah menguasai, namun apapun yang terjadi aku akan menjalani dengan penuh kesadaran.  Aku telah mempersiapkan kalau saja hatiku dipatahkan olehmu sejak saat pertama kali aku menjatuhkan hati padamu. Bahkan aku juga t...

Kaw-Lah

Malam kita sudah beda. Biasanya bicara sekarang diam saja. Disana gemerlap, disini gelap. Aku hanya bisa berharap semoga ini semua berlalu dengan cepat.Lalu setelah kejadian itu, siapa yang akan menjadi bahu kala kamu sendu, menangis di payung rindu. Pagi kita kini beda. Pertama membuka mata terasa nyeri di dada. Kala salah satu diantara masih tertidur dengan lelap, hanya bisa berharap semoga kamu baik-baik saja.Setelah aku, apa ada yang bisa mengambil peranku menjagamu yang kini sudah tak di genggamku. Aku rindu, aku tau kamu juga rindu. Tapi tak bisa bertemu. Tidak ada yang lebih menyebalkan dari keadaan ini. Hanya mengharap pada mimpi semoga kita bisa bertemu. Terimakasih untuk segalanya. Barangkali pengertianku yang lalu itu salah. Bahkan sampai saat ini semua terasa seperti mimpi tapi itu nyata terjadi. Usah menyesal setidaknya kita sebatas pernah. Sudah. Wajib mengabari bukan bagianku lagi. Hidup sendiri-sendiri kala bertahan bukan satu pilihan. Lalu kita hanya bisa mengenang kal...

Antarlina

kiranya diri ini perlu introspeksi. menilik kembali apa saja yang dikonsumsi tiap hari, mengulas apa yang dinikmati tiap sendiri, menginagt lagi apa yang dipikirkan sebelum memejam kala tubuh sudah terbaring di atas ranjang. kiranya diri ini perlu mengingat lagi apa yang menjadi misi hingga tak kehilangan visi. aku lupa sejak kapan hidupku penuh dengan kekosongan hingar bingar. aku lupa sejak kapan kepalaku bisingnya mulai tak terarah. aku lupa sejak kapan hidupku menjadi sumbang.  terlena ditimang, diselimuti kenyamanan, dinina bobokkan lagu esok pasti sampai. hingga lupa kalau kaki ini tak mulai melangkah lagi diri ini tak akan pernah sampai.  terlalu sibuk memikirkan lelaki mana yang akan ku kencani sampai lupa ada rentetan mimpi yang harus terwujud. terlalu dalam menghisap tembakau sampai lupa ada tugas yang harus segera diselesaikan. terlalu keras tertawa di kerumunan dan menjadi paling keras di dalamnya sampai lupa kalau diri ini butuh waktu sendiri. terlalu lama sendiri...

Ejawantah

Kenalkan, ini kisah baru dari riuh sorai pesta pora. Sepasang insan muda terpaut 10 tahun jarak usianya tengah merangkai nada. Nada sendu yang terdengar, bayangnya kian memudar dibalik binar kedua mata milik siapa saja yang memandang. Akankah kisah ini menjadi legenda, alur yang melawan restu.  Tidak ada yang lebih sulit dari saling percaya pada satu sama lainnya. Ketika siap melawan siapa saja yang dibutuhkan hanyalah saling. Kuat pada setiap pelik yang ditemui, bukan malah berpaling. Sebelum hati hancur jadi berkeping, sebelum diri jadi terombang-ambing, yang diminta hanya mengerti dengan saling.  Salahkah mereka yang sedang dalam lingkar asmara. Semoga kisahnya astungkara, dijauhkan dari segala prahara.