Posts

Showing posts from 2024

Sadar

mendung ini.  suasana seperti ini, yang menjadi latar waktu kala itu. save your tears terdengar kembali dengan tak sengaja teringat kala aku mendengarkan itu namun sambil menangis. i really hate the weeknd but i can't stop for listening lama-lama aku akan susah sendiri ketika tercipta sudah sosok jahat dalam ingatanmu berbentuk kamu aku membencimu tanpa jeda di kepalaku namun itu yang membuatku mati dalam bayang- bayangmu. setelahnya the hills aku menciptakan duniamu dalam kepalaku seolah diriku ini taman bermainmu berkali kali aku memukul dadaku untuk meruntuhkan semua perasaan itu sakit. sesak. *mengerjap* aku terbangun dari tidurku. ternyata tadi hanya mimpi buruk. aku menengok ke sebelahku, disana ada lelaki yang mencintaiku. sangat mencintaiku. bagaimana bisa aku menyia-nyiakan manusia sepertinya. aku mencintainya. aku sudah mencintainya. akhirnya. hidupku kini sudah menjadi lebih baik. jauh lebih baik. aku harusnya mensyukuri hidupku sekarang. ya memang sudah sepatutnya aku b...

Gandrung

Hari ini sudah bulan oktober. Bulan untuk jatuh cinta lagi. Seperti bunga tabebuya yang bermekaran di awal bulan ini, begitu pula aku padamu. Perasaan yang terus tumbuh, yang makin memperkaya tubuh. Aku mengijinkan diriku untuk bahagia sejadi-jadinya bersamamu. Aku yang selalu menantikan pagi agar dapat memelukmu lagi, aku yang tak ingin malam lekas berlalu agar aku tetap bersamamu.  Sebentar lagi musim hujan akan datang lagi. Aku menghabiskan musim panas dengan menyenangkan dan penuh petualangan. Sejak akhir musim hujan lalu, aku sudah merencanakan perjalanan untuk aku dan kamu. Petualangan baru di musim panas yang ternyata tak sedingin itu karena aku bersamamu. Patutnya aku bersyukur banyak-banyak karena mendapat durian runtuh berupa kamu, manusia yang tak hentinya mencintaiku pula.  Seiring aku mencintaimu, aku juga mencintai diriku. Ada satu yang tak bisa lepas walau di hati saja selamanya aku selalu ingin bersama. Jatuh cinta padamu aku juga jatuh cinta pada diriku pula. ...

Pragma

Entah apakah saat ini aku sudah menemukan atau yang ini tetap masih menjadi pelajaran. Pelajaran dalam hidup yang tidak pernah selesai aku pelajari. Sekarang tidak ada yang menggebu gebu namun selalu ingin  bertemu, Tidak ada perasaan yang bergejolak, namun rasa sayang tak bisa ku elak.  Semua masih terasa mudah, semoga sampai sana tetap tak goyah. Semua terasa begitu cepat, namun semua penuh kehati-hatian. Aku tidak tau kapan pastinya, aku punya kebiasaan baru. Selalu inngin mengajakmu ke tempat-tempat indah dan melakukan kegiatan seru lainnya. Aku selalu ingin membagi hal menyenangkan di hidupku kepadamu. Rencana masa depan kini mulai dipikirkan. Aku tak pernah keberatan mendengarkan hal-hal yang menarik bagimu. Aku sangat senang mendiskusikan hal-hal yang krusial sampai non esensial. Terimakasih untuk apa saja yang menggariskan kita bertemu. Untungnya aku membalas pesanmu kala kamu mereplay storyku. Tidak terlambat, hanya saja hal-hal baik kadang datang belakangan,  Se...

Sniwde

Mulai malam itu aku tersadar kembali kalau Semarang tak seburuk itu. Melihat sudut kota dan kehidupan serta mereka yang mencari penghidupan. Memantik rasa syukurku hidup kembali. Malam itu seusai aku menonton band kesukaanku, Perunggu. Aku merilis dopamin yang meluap di tubuhku. Rasa senang dan energi yang dikeluarkan berlebihan, membuat ku lapar. Untuk sementara aku menyandarkan tubuhku di parkiran dan menyelonjorkan kakiku.  Lalu, ia datang. Edwin. Malam itu adalah pertemuan kedua ku dengannya. Ia merubah gaya rambutnya. Dengan kaos band dan tas kesayangannya terselempang di bahunya. Ia datang mendekat yang awalnya ku kira itu petugas keamanan yang mau mengusirku. Walau ia merubah rambutnya, ada yang tak pernah berubah darinya. Ia masih menyenangkan seperti sejak pertama kali aku bertemu.  Diajaknya aku ke tempat makan soto, atas permintaanku. Disana ia menuliskan sesuatu di buku catatan yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi. Katanya, "dibaca nanti pas di rumah".  Se...

Closure Alat Negosiasi Iblis

 Ada bangku yang kosong, ada ruangan yang gelap karena orangnya sudah tidak disana, ada obrolan yang tidak terbalas. Aku masih kangen. Aku masih kangen. Aku masih kangen. Berikut adalah hal-hal yang menjadi urusan dengan diriku sendiri dan isi kepalaku. Sedang dengan manusianya, memang sudah harus selesai. Sakit. Dan yang lebih sakit ketika manusia yang ku tuliskan, sudah menulis dengan orang lain.  Banyak sekali hal-hal yang ingin aku negosiasikan, aku usahakan, aku obrolkan, aku tawarkan. Namun ia tetap begitu. Tunggang langgang tak berperasaan seperti tak ada urusan. Memang manusia itu dinamis, tidak pernah sama dan selalu berubah. Lalu satu-satunya manusia yang tidak pernah meninggalkan kita ya diri sendiri yang sering kali terlupa harus bahagia terlebih dahulu.  Berkali-kali aku berkaca menanyakan pada apa yang aku lihat disana, "kurangku dimana?". Lalu pada bagian patahku yang ini menjadi patah paling banyak. Ketika sudah berhati-hati, sudah sepenuh hati, sudah ku d...

Samsara

Sampai kapan aku menelusuri kamu yang bisu dan tak tentu arah. Serupa apa aku dalam pandangmu? Betapa hina aku sampai kisah ini terlanjur begini. Sampai nanti pada waktunya akan ku kubur dalam kelam, saat sinar kita mulai sirna. Terlanjur merasa terluka.  Kelak jika kamu temukan tulisan ini percayalah, aku mencintaimu.  Pada obrolan kita yang pertama kali, aku sudah tau kamu menyembunyikan sesuatu di balik tenangnya suaramu. Pada dua binar matamu, aku tau mereka menangis sebelum pejamnya. Pada bibirmu yang pandai mengulum, aku tau mereka selalu kamu paksa untuk tersenyum. Aku merasakan lara yang dipeluk erat oleh sunyi. Berkali-kali kamu dihancurkan realita yang di pundakmu harapan bertumpu.  Tulisan ini terjeda tak ku lanjutkan. Hingga beberapa waktu kemudian aku melanjutkan tulisan ini dalam keadaan aku yang sudah tidak bersama denganmu. Hal yang sudah ku duga namun aku tetap sakit dan menangis sedikit. Terlalu banyak yang ku doakan, terlalu banyak ku dikecewakan. Belum...

Redup

Di sudut kota yang tidak terlalu hingar. Ada manusia yang menelaah pikirnya dengan sukar Tubuhnya terselip di balik belukar  Nyala yang padam Terlalu lama tenggelam Tuju yang memburam  Ada satu bagian yang tidak boleh terlihat oleh siapapun Bekas sayat putus asa usaha akhiri hayat Dalam dunianya yang hingar  Ada kepala yang pengar  Dalam sepi sekeliling  Ada suara yang tak pernah berpaling