Posts

Showing posts from February, 2022

Inisialnya K Mendatar Enam Huruf

Pada riuh sekumpulan manusia yang beberapa aku kenali, di tengah deras hujan aku berlari mencari tempat meneduh. Aku menutupi kepalaku dengan kedua tanganku dan percuma saja sebab sekujur tubuhku basah. Sampai lah aku pada bangunan beratap aku meneduh disana dan tak hanya aku saja yang berada di sana. Aku mengenali beberapa dari mereka. Diantara tubuh manusia itu aku melihat dirimu yang sedang memandangiku.  Lalu adegannya berganti menjadi aku berlari menuju tempat awalku sebelum aku berteduh, kamu mengikuti aku dari belakang. Ingatanku samar-samar namun sepertinya aku menuju ke motormu diparkirkan. Entah aku lupa hendak apa.  Tiba-tiba adegannya berganti lagi. Kali ini latar tempatnya adalah rumahku. Saat aku keluar rumah aku mendapati kamu sudah di depan pintu rumahku, aku ingat kamu memakai baju warna merah. Kita tidak bicara, hanya saling memandang satu sama lain pada tempat masing-masing.  Lagi-lagi kini adegannya berubah. Tampak aku dan beberapa temanku berdiskusi t...

Junkies's Love

Dari semua kemungkinan yang dapat menjadi nyata perihal kamu yang dapat meninggalkan aku, satu yang paling membuatku kalut setiap waktu yaitu kamu yang dapat meninggalkan aku kapan saja. Memang di kehidupan manusia datang dan pergi, di kehidupan tak ada yang abadi, namun bisakah kamu tetap di sini dan tak pergi-pergi, tolong. Ketika kamu pergi aku tidak menyiapkan apa pun. Bahkan air mata saja tak ku persiapkan untuk menghadapi perpisahan itu. Seperti yang kamu lihat, aku kosong dan sepenuhnya melebur. Tapi kamu tetap pergi dan menghancurkan aku berulang kali dan selalu. Amarah yang tak pernah sampai padamu akhrinya membeku dalam tubuhku. Bisa meledak kapan saja.  Ada orang tua yang berkata padaku "kamu tidak tau siapa dia" sambil menunjuk bentukmu yang perlahan menjauh. Kenyataan yang lagi-lagi harus aku terima bahwa ya memang benar aku tidak pernah benar-benar tau siapa kamu. Dan saat semuanya selesai aku hanya dapat mengingatmu yang terbentuk dari fantasi imajinasiku saja....

Dimas Dimana?

 Jauh. Kau pergi angin sore. Penyejuk di antara siang dan malam. Selalu datang tak mengenal lara hati sebetulnya apa yang masih kamu cari. Yang ada msaih kurang ditambah minta lagi. Apa lagi yang kamu nanti. Menanti yang sudah mati menanti yang tak pernah datang. Oh angin sore, kapan kamu kembali? Hamba rindu sendiri disini di tempat pertama bertemu. Menyelinap di balik helai rambut, di lekuk baju dan belakang telinga. Aku sendiri menanti. Bukan kamu yang hadir. Angin pancaroba berhembus sangat hebat. Menerbangkan seluruh rambutku tak beraturan namun rinduku tak ikut terbang bersamanya. Rindunya masih tebal setebal kabut pagi tadi yang gerimis pula. Malamnya angin darat berhembus menjadikan sekitaran dingin. Aku menggigil, malam tak meminjamkan jubahnya. Hanya menyuguhkan rembulan yang kesepian perlahan memudar dimakan awan hitam. Konon katanya cinta adalah jawabannya. Tapi aku harus pergi, kamu juga pergi dan kita harus menerima. Aku mencintaimu setiap hari dan kamu harus tau. Aku...

Prince nya Wanita

Seusai kejadian itu, setelah aku kembalikan kepingan matahari yang dikirimkan kepadaku tempo hari, pantulan sinar matahari tak pernah sama lagi. Disana tampak bayangan retakan. Bayangan yang membuatku tidak akan pernah bisa melupakan kejadian pada kala itu. Tidak akan melupakan lelaki yang dulu teramat aku cintai. Aku masih bisa mengingat baju apa yang dikenakan lelaki itu saat bertemu denganku kala itu. Aku masih dapat mencium aroma tubuhnya, wangi manis kopi dan sedikit asap jalanan. Aku masih mengingat raut wajahnya dan caranya menyibak rambutnya, bahkan aku masih jatuh cinta pada caranya menyalakan rokok, menghisap, dan menghembuskan asapnya. Kadang hisapan itu dalam, dan dihembuskan dengan berat.  Pengandaian tak berguna mulai hadir mengetuk sadarku. Andai waktu itu kita tak berpisah, andai waktu  itu semua baik-baik saja, andai saat itu aku memeluknya lebih lama karena ternyata malam itu malam terakhir kita bertemu. Andai, andai, andai yang lainnya bermunculan memenuhi i...

Lelaki itu adalah kekasihku

 Hai kembali lagi dengan aku, manusia. Aku kembali dan akan menceritakan kisah hidupku bersama lelaki yang dari hidungnya tumbuh kecambah. Ya akhirnya aku menemukan tambatan hati setelah aku merasa hidup tak perlu membutuhkan cinta. Namun ya kembali lagi, kita ada di dunia ini juga berkat cinta, kita masih bisa hidup sampai saat ini juga karena cinta. Terutama aku, bisa hidup sampai sekarang ya karena cinta Tuhan kepadaku saja.  Aku bertemu dengan lelaki itu di pinggir rel kereta yang sudah tidak digunakan lagi. Konon katanya disana pernah ada sepasang kekasih yang dikejar kereta lalu sepasang kekasih itu berlari sampai matahari. Menurut berita yang beredar sih mereka menikah disana, namun ada yang bilang kalau si cowok mengambil kepingan matahari yang hancur karena tertabrak kereta lalu kepingan itu diberikan kepada kekasihnya itu.  Entah cerita itu benar adanya atau tidak namun kalau benar aku menginginkan menjadi wanita itu, diberi kepingan matahari. Aku merasa itu rom...