Gagal ke Amerika
Pada salah satu tahun dalam hidupku dan untuk pertama kalinya aku melakukan pacaran online lewat salah satu aplikasi. Waktu itu tahun 2019 tahun aku lulus SMA dan hendak masuk kuliah. Lewat aplikasi tersebut, aku bertemu dengan lelaki berkebangsaan Amerika. Singkat kita mengobrol, lalu ia menyatakan perasaannya jika ia cinta kepadaku. Aku yang saat itu tengah merasa sepi dan memang jomblo sudah lama, akhrinya akupun menerimanya. Selain itu aku merasa ia ini berbeda, ia selalu mengerti keadaanku dan tidak pernah memaksaku untuk melakukan ini dan itu. Aku menjalani hari-hari beratku karena baru saja berpisah dengan cinta masa SMA ku ditemani oleh dia. Aku juga bercerita tentang perasaanku dengan temanku kepada dia. Dan dia tampak bisa menerima dan selalu menguatkan aku. Komunikasi kita juga tidak intens karena perbedaan waktu yang cukup banyak serta kemampuan bahasa inggrisku yang pas pasan bahkan buruk ini menjadi kendala dalam berkomunikasi....