Posts

Showing posts from April, 2021

Gagal ke Amerika

    Pada salah satu tahun dalam hidupku dan untuk pertama kalinya aku melakukan pacaran online lewat salah satu aplikasi. Waktu itu tahun 2019 tahun aku lulus SMA dan hendak masuk kuliah. Lewat aplikasi tersebut, aku bertemu dengan lelaki berkebangsaan Amerika. Singkat kita mengobrol, lalu ia menyatakan perasaannya jika ia cinta kepadaku. Aku yang saat itu tengah merasa sepi dan memang jomblo sudah lama, akhrinya akupun menerimanya. Selain itu aku merasa ia ini berbeda, ia selalu mengerti keadaanku dan tidak pernah memaksaku untuk melakukan ini dan itu.        Aku menjalani hari-hari beratku karena baru saja berpisah dengan cinta masa SMA ku ditemani oleh dia. Aku juga bercerita tentang perasaanku dengan temanku kepada dia. Dan dia tampak bisa menerima dan selalu menguatkan aku. Komunikasi kita juga tidak intens karena perbedaan waktu yang cukup banyak serta kemampuan bahasa inggrisku yang pas pasan bahkan buruk ini menjadi kendala dalam berkomunikasi....

Suatu siang di bulan April

      Siang hari di bulan April terasa lebih panas dari biasanya, Terasa lebih cerah saat aku mendapat pesan singkat dari kamu, manusia yang selalu di kepalaku. Aku senang karena kita tetap baik sejauh ini. Aku senang karena masih sempat berbicara denganmu lagi tahun ini. Ingatkah kamu, bulan April tahun lalu kita juga berbicara bertukar kabar. Dan aku juga senang kala itu. Namun rasa senangku kali ini terasa berbeda, aku memaknai senang kali ini dengan senang karena bisa mengobrol lagi bersama teman lama, mengobrol lagi dengan manusia yang dulu selalu ingin ku peluk tubuhnya. Aku sudah berbeda Rap. Aku sudah mulai bisa menerima jika bahagiamu tidak seputar aku. Aku sudah rela, dan tidak akan memaksa seperti aku yang dulu.        Sepertinya kamu baik-baik saja ya Rap, aku berharap semoga kita bisa bertemu kali ini. Aku sudah lama tidak menatap mata minimalismu dan tubuh jangkungmu. Aku juga sudah lama tidak berbicara tentang apa saja padamu, aku sudah ...

Kamu Maunya Apa?

      Aku hampir tidak mengenali hubungan ini. Dulu kita yang bisa berbicara tentang apa saja, kini kita hanya berbicara tentang cuaca. Satu lagi, bertanya tentang aktivitasku. Kamu tau kan jika aku tidak suka dengan obrolan itu. Aku hampir tidak pernah berbicara sambil memandang wajahmu kala kita bertemu. Bahkan memang kita hampir tidak pernah berbicara saat sedang bertemu. Aku hampir tidak mengenali kita yang sekarang.       Mungkin ini memang waktunya kita sudah kadaluwarsa. Kita sudah tidak segar lagi, kita sudah tidak renyah lagi. Coba mengambil jarak, renungi apa yang sebenarnya terjadi, agar kita tau akan bagaimana kita nanti. Tapi lagi-lagi, kamu selalu menunda-nunda semua. Kamu terlalu lambat untukku yang selalu haus perubahan. Sikapmu yang kurang tegas mengambil langkah membuat aku jengah. Memang manusia tidak bisa menuntun manusia lainnya berubah, namun jika itu menjadikannya lebih baik kenapa tidak?        Kamu ini.. lelaki y...