Posts

Showing posts from March, 2023

Satis

Saat pertama mengenalmu dan memutuskan bersamamu aku telah menerima semua titik yang ada padamu. Denganmu aku benar-benar belajar menerima dan memahami dengan serius. Tetap menemanimu dengan tulus dan mencintaimu dengan seratus. Lalu dengan apa yang sudah aku lakukan ini aku hanya ingin kamu tau kalau aku sudah merasa cukup dengan memilikimu.  Kepada kamu kekasih hatiku yang belum lama ini. Usah kamu merasa tak bisa membahagiakan aku hanya karena kamu tak bisa seperti laki-laki lainnya. Aku sudah cukup atasmu, sungguh. Kamu memilki sesuatu yang tak dimiliki laki-laki lainnya karena itu aku memilihmu.  Membahagiakan aku kamu hanya perlu meluangkan waktu yang kamu miliki dalam hidupmu untuk memikirkan dan memandangiku.  Kepada manusia yang kini ku panggil sayang. Aku sudah menerimamu maka kamu kini harus menerima dirimu sendiri pula. Aku mencintaimu sampai aku takut merepotkanmu bila ku gantungkan bahagiaku padamu. Urusan bahagiaku biar ku urus sendiri dan bersamamu kini ak...

Gerha

Lihat pantulan di cermin yang berdebu itu. Tampak seonggok tubuh berparas ayu, yang akhirnya kamu pilih kala ia tampak layu. Baik-baik lah kamu agar ia dapat mekar meneduhkan. Masih tak percaya bila bayangnya kini tak sendiri lagi. Segala yang ada terasa berlalu dengan lambat tak apa asal cinta ini tak datang terlambat. Semua yang telah terjabat peganglah dengan erat.  Bila ada yang lebih indah dari lirik lagu sempurna itu adalah kisah kita. 

Abra Abirupa

Kepada yang telah memenangkan hatiku. Hari ini aku memutuskan untuk berbagi keluh kesah hidupku pada manusia yang belum lama ku kenal. Manusia yang tak ku sangka membuatku tersenyum merekah. Pencarianku kini berhenti di kamu. Entah setelah itu masih ada pencarian lagi atau memang benar-benar berhenti di kamu. Aku tak menjanjikan akan bertahan selamanya bersama kamu namun aku akan melakukan semampuku untuk merawat rumah yang telah terbangun.  Pada persimpangan ku temukan kebingungan, kamu datang menawarkan kenyamanan. Tak ada alasan lainnya katamu. Aku yang masih dengan rusak sana sini, masih sering menangis sendiri dengan nekat menanyakan tentang serupa apa kita ini. Aku akan menjadi lebih berani kali ini dalam menjalani hubungan ini. Entah perasaan apa ini yang tengah menguasai, namun apapun yang terjadi aku akan menjalani dengan penuh kesadaran.  Aku telah mempersiapkan kalau saja hatiku dipatahkan olehmu sejak saat pertama kali aku menjatuhkan hati padamu. Bahkan aku juga t...

Kaw-Lah

Malam kita sudah beda. Biasanya bicara sekarang diam saja. Disana gemerlap, disini gelap. Aku hanya bisa berharap semoga ini semua berlalu dengan cepat.Lalu setelah kejadian itu, siapa yang akan menjadi bahu kala kamu sendu, menangis di payung rindu. Pagi kita kini beda. Pertama membuka mata terasa nyeri di dada. Kala salah satu diantara masih tertidur dengan lelap, hanya bisa berharap semoga kamu baik-baik saja.Setelah aku, apa ada yang bisa mengambil peranku menjagamu yang kini sudah tak di genggamku. Aku rindu, aku tau kamu juga rindu. Tapi tak bisa bertemu. Tidak ada yang lebih menyebalkan dari keadaan ini. Hanya mengharap pada mimpi semoga kita bisa bertemu. Terimakasih untuk segalanya. Barangkali pengertianku yang lalu itu salah. Bahkan sampai saat ini semua terasa seperti mimpi tapi itu nyata terjadi. Usah menyesal setidaknya kita sebatas pernah. Sudah. Wajib mengabari bukan bagianku lagi. Hidup sendiri-sendiri kala bertahan bukan satu pilihan. Lalu kita hanya bisa mengenang kal...

Antarlina

kiranya diri ini perlu introspeksi. menilik kembali apa saja yang dikonsumsi tiap hari, mengulas apa yang dinikmati tiap sendiri, menginagt lagi apa yang dipikirkan sebelum memejam kala tubuh sudah terbaring di atas ranjang. kiranya diri ini perlu mengingat lagi apa yang menjadi misi hingga tak kehilangan visi. aku lupa sejak kapan hidupku penuh dengan kekosongan hingar bingar. aku lupa sejak kapan kepalaku bisingnya mulai tak terarah. aku lupa sejak kapan hidupku menjadi sumbang.  terlena ditimang, diselimuti kenyamanan, dinina bobokkan lagu esok pasti sampai. hingga lupa kalau kaki ini tak mulai melangkah lagi diri ini tak akan pernah sampai.  terlalu sibuk memikirkan lelaki mana yang akan ku kencani sampai lupa ada rentetan mimpi yang harus terwujud. terlalu dalam menghisap tembakau sampai lupa ada tugas yang harus segera diselesaikan. terlalu keras tertawa di kerumunan dan menjadi paling keras di dalamnya sampai lupa kalau diri ini butuh waktu sendiri. terlalu lama sendiri...

Ejawantah

Kenalkan, ini kisah baru dari riuh sorai pesta pora. Sepasang insan muda terpaut 10 tahun jarak usianya tengah merangkai nada. Nada sendu yang terdengar, bayangnya kian memudar dibalik binar kedua mata milik siapa saja yang memandang. Akankah kisah ini menjadi legenda, alur yang melawan restu.  Tidak ada yang lebih sulit dari saling percaya pada satu sama lainnya. Ketika siap melawan siapa saja yang dibutuhkan hanyalah saling. Kuat pada setiap pelik yang ditemui, bukan malah berpaling. Sebelum hati hancur jadi berkeping, sebelum diri jadi terombang-ambing, yang diminta hanya mengerti dengan saling.  Salahkah mereka yang sedang dalam lingkar asmara. Semoga kisahnya astungkara, dijauhkan dari segala prahara.