Posts

Showing posts from June, 2023

Untitled

Sudah terlanjur. Aku terlanjur menawarkan, terlanjur mengiyakan. Sampai akhrinya kita berpasangan. Selalu seperti katamu, udah terlanjur mau gimana lagi. Berulang kali pemakluman terkabulkan atas semua tingkah keparatmu. Menjadi keparat memang semudah menjadi kamu, yang selalu alpa logika lupa hatinya dimana.  Sialnya aku telah memutuskan hidup bersama pecundang. Pecundang yang bangsat pula. Bodohnya aku masih menerima hanya karena ia tak buruk rupa. Tunggu, tunggu saja. Aku selalu ingin balas dendam. Kala bersamamu adalah sebuah pilihan maka aku juga dapat memilih untuk berjalan mengganti tujuan.  Ternyata ada yang sama sulitnya dengan menyatukan dua agama yang berbeda, yaitu menyamakan tingkat berpikir yang berbeda. Kala bersamamu aku terpaksa mengkerdilkan duniaku, menyempitkan pandanganku, hanya seluas dan selebar pola pikirmu. Mendefinisikan keindahan hanya sepanjang alismu. Kala pasangan lain menjadikan lagunya dewa 19 untuk anthem kisah cintanya, aku memilih lagu matram...

jet lag

Kamu adalah psychedelic yang terlalu surealis untuk aku. Rusak, berantakan sana sini, penuh halusinasi, tak berisi. Kesadaran yang berubah. Logika tak bernyawa, hati tak berdaya. Sialnya kamu begitu nyata bagiku. Sialnya kamu terlalu nyata jika hanya ada dalam mimpi. Tiba-tiba aku terbangun di pagi hari, badanku memberi sinyal kalau aku akan sakit hati lagi. Sedang kamu selalu ada saja jalan untuk suatu niat yang jahat. 

Sampai pada akhirnya

Aku tidak akan bertanya apapun mengenai mengapa kamu memilih menyudahi hubungan ini. Hubungan yang sudah kita pilih untuk kita lakoni bersama. Aku tidak akan menerka apapun. Bahkan mengenai seperti apa rupanya, apakah ia lebih cantik, lebih pintar, lebih lembut, atau tentang bagaimana postur tubuhnya, seberapa besar buah dadanya.  Aku tidak akan membandingkan dengan apa yang ada pada diriku.Kamu yang meninggalkan aku mungkin karena aku kehilangan sesuatu yang dulu pernah membuatmu jatuh cinta padaku. Karena jatuh cinta tidak perlu membutuhkan alasan begitu pula tentang meninggalkan bukan? Pada kenyataannya kamu sudah tidak menggenggam tanganku sekarang. bekas ruam perlahan mulai memudar.Ketika sudah tidak bersama lagi setidaknya aku masih bisa merindukan dan kecewa pada waktu yang bersamaan.   Sampailah kini di persimpangan yang penuh lalu lalang. Aku mulai mendengar orang-orang yang membicarakanmu. Bisikan berubah menjadi teriakan yang memenuhi gendang telinga. Aku pun j...

Nah Kan.

Berkali-kali aku menyalahkan minuman yang membuatku setengah tak sadarkan diri itu. Sialan. Aku tak mau kisah ini berhenti di bulan juni. Aku tak mau hujan juga turun membasahi pipiku. Sayang, kamu hanya perlu kamu memahami aku. Aku tak keberatan bila harus berkali-kali memberimu pengertian sampai akhirnya kamu tumbuh pemahaman. Pantaskah aku meminta maafmu kala diriku saja belum memaafan peristiwa itu. Sayang semua ini terasa sangat sulit bagiku. Karena kamu telah memilih bersamaku, maka akan aku ceritakan semua kisah pahit itu. Namun siapa sangka ternyata aku tak seharusnya begitu. Semua yang aku bagikan padamu harusnya yang manis manis saja. Bahkan kamu tak perlu tau kalau aku berdarah juga. Sayang, untuk kali ini saja tolong mengertilah. Malam itu ia menyayatku dengan pisau tanpa naluri. Lalu aku sakitnya tak juga berhenti. Bahkan ketika aku bertemu kamu sekalipun. Aku sungguh ingin mengubur kenangan itu dengan membohongi diriku sendiri. Bukan ingin menghukummu dengan perasaan bers...