GNR
Perhari ini perasaanku kepadamu masih belum jelas.
Masih terlalu banyak perasaan cemas
Takut cintaku tak terbalas
Mengingat kamu yang kelas.
Sampai saat aku menuliskan ini aku masih memikirkan mimpiku yang semalam memimpikan dirimu, lagi. Sampai saat aku menuliskan ini semua masih terasa menyenangkan ketika kita masih saling larut dalam permainan, sampai salah satu diantara kita jatuh cinta sedangkan satunya masih menganggap ini hanya permainan saja.
Akhrinya kini aku menyadari kamu terlalu indah jika hanya untuk bermain-main saja. Namun jika ku ubah ini menjadi serius aku belum siap bertaruh dengan segala rasa sakit itu.
Untuk kamu ketahui saja ketika aku menuliskan ini aku sedang tak bisa memejam dan memikirkan dirimu yang mungkin saja malam ini tengah kedinginan. Selain itu aku juga membayangkan betapa kerennya dirimu kala ku temui esok hari.
Muncul seutas tanya tentang apakah bisa kita mengulangi kenangan malam yang panas itu kala semua ada disana. Kala semua mata tertuju ke arah kita dengan pikiran dan prasangka masing-masing. Jika prasangka itu buruk aku tak mengapa karena kala itu kita sedang berpasangan.
Aku senang mengenang perjalanan kita menuju cerita yang panas. Menuju malam yang meriah, bermandikan gemerlap lampu diselimuti hentakan musik yang membuat tubuh bergoyang otomatis. Aku tak peduli bila kala itu aku memutahkan segala isi perutku selama yang menyodoriku minuman itu kamu. Di atas meja makanan telah tersajikan di bawah meja kita bermain kucing-kucingan.
Lalu ketika pagi yang dipayungi kabut kita melewatkan pemandangan itu karena malam kita terlalu kalut dalam nikmat dunia. Perlahan euforia itu berubah menjadi resah, cemas apakah esok bisa ku ulangi ini semua. Aku kecanduan menenggak bahagia bersama manusia yang berbentuk kamu.
Comments
Post a Comment