Teman Tak Begini
Malam kian pekat bayangmu masih lekat. Aku rindu dirimu yang fotonya baru saja ku pandangi yang ku simpan di google foto. Aku rindu padamu manusia yang baru saja ku temui. Kepada kamu yang tadi bukunya ku tulisi sebait puisi, itu adalah perasaanku. Aku ingin menjadi pacarmu, kini, lalu, dan esok akan selalu ingin menjadi pacarmu. Aku tidak ingin menjadi insinyur, aku hanya ingin jadi pacarmu. Aku tenggelam dalam binar sinar matamu, Kamu selalu menjatuhkan hatiku berkali-kali. Lalu tibalah hari itu juga. Hari dimana kamu mempublikasikan kekasihmu lewat pict profile aplikasi chating berwarna hijau itu. Semuanya sudah jelas, apalagi yang akan ku harapkan darimu yang mencintai pacarmu. Sedang aku, aku mencintai kamu yang cinta kekasihmu. Selalu begitu. Atau kalau tidak aku mencintai manusia yang tulisan di KTP pada kolom agama berbeda dengan milikku. Untuk kamu yang ternyata tak bisa ku anggap sebatas teman saja. Kamu masih menyerahkan hatimu padaku tapi sampai sekar...