Suri
Ada yang bilang tidak apa-apa jalan yang penting jangan berhenti. Ada juga yang bilang melamban bukanlah hal yang tabu. Iya memang tidak ada salahnya berjalan ataupun melamban. Namun sampai kapan kita akan terus begini. Bisakah kamu berjalan lebih cepat sedikit? Sebentar lagi matahari akan terbit. Aku tak mau embun pagi melihatku sedang kacau begini.
Setiap malam bagiku terasa panjang. Lalu sepanjang itu pula aku terus memasukkan arak ke dalam kerongkonganku. Ku siram asam lambungku dengan cairan memabukkan itu. Ku biarkan hati bekerja lebih keras karena itu. Aku hanya ingin membuat diriku tak sadar karenan malam dan sepinya selalu menyiksaku yang sendiri.
Tambah lagi masih kurang, begitu terus ku ulangi sampai pagi. Aku tak peduli bila aku bisa memutahkan seisi perutku kapan saja. Aku hanya ingin melewati malam dalam keadaan tak sadarkan diri namun aku masih bisa melihat bintang terbang dan melayang. Namun meski begitu aku tak ingin bening embun dan sinar matahari pagi menyapa diriku dalam keadaan mabuk semalam.
Rasanya aku akan menjalani hidup yang seperti itu sampai kematian menyapaku. Kini aku hanya menanti diriku benar-benar mati daripada menjalani kehidupan dengan keadaan setengah mati. Bernafas menghirup sabu, menghisap cerutu, menyecap racun pahit lainnya. Oh sungguh, tolong matikan aku setelah usai. Tubuh dan nyawaku telah berai akal sehat dan nalarku telah cerai namun kepalaku selalu ramai.
Comments
Post a Comment