Cerita Untuk Mo.
Selama ini.. aku memilih derita karena aku takut untuk mengakhiri cerita. Semua mulai menjadi bias, aku jatuh hati padamu atau jatuh hati pada kenangan yang sudah kita lalui. Memilih menjadi tulus hanya karena tetap bersemayam walau sudah berkali kamu abaikan. Pada kenyataan yang sudah tak wajib lagi kabari dan hidup sendiri-sendiri, bersembunyi di balik tiari hujan terasa lebih indah dari kenyataan. Sekarang kamu memilih untuk menutup buku ketika aku tak berhenti menuliskan semua tentangmu. Kamu tetap diam tak lagi menawarkan cintamu lagi. Ini sulit bagiku, semua atasmu terasa sulit bagiku. Bayangmu yang masih ada dalam mimpi, membuat basah di pipi. Waktu yang belum terlalu lama namun tak terasa sudah sampai hari ini, dan menyadari semua yang telah terjadi, ini semua serupa elegi. Per hari ini, setelah menyadari apa yang sudah terjadi, menangis lagi dan urutannya terus ulangi. Kini ku perkenankan kamu untuk berdiam dalam ketidak berdayaan melawan dunia. Aku persilahkan kamu...