Senandika

Kenalkan namaku manusia, terlahir dari keras dan dinginnya dunia. Aku memiliki cara pandang tentang hidup yang mungkin cukup berbeda dari kebanyakan. Bagiku hidup tentang mencari makan untuk esok hari dan menyambung hidup sampai kapan entah. Mendapatkan cinta itu hanya dongeng tentang hidup orang yang perutnya tak pernah lapar saja. 

Aku harus berburu berkejaran dengan derit jam demi menyuap nasi, demi membayar tempat merebah dengan bantal apek yang ku tiduri setiap malam. Boro-boro memikirkan manusia mana yang akan ku kencani esok malam minggu, pikiranku sudah dikusutkan tentang bagaimana aku menutup biaya hidup, apakah aku masih bisa makan esok hari.

 Caraku memandang kisah romansa antar anak manusia tak lebih dari sekedar lelucon. Mana mungkin bisa mencurahkan waktu dalam hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri. Terlalu berlebihan menurutku. Jujur saja aku tak pernah mengenyam cinta dalam kehidupan, bahkan dari orang tua saja tidak karena sejak aku lahir aku tidak tau siapa orang tuaku. Aku bisa hidup sampai sekarang ya karena belas kasih Tuhan. 

Tak pernah terpikirkan dalam hidupku aku akan menemui masa ketika aku merelakan diriku untuk menanggung beban rindu, merelakan kepalaku untuk memikirkan seseorang yang membuat hati tak karuan, atau bahkan menangisi seseorang yang entah pergi kemana aku saja tak cukup yakin akan menangis karena cinta. Hidupku saja sudah sangat menyedihkan dan aku masih kuat bertahan sampai sekarang. 

Aku selalu bisa menyelesaikan hal terrumit dalam hidupku seorang diri maka aku sangat percaya diri jika aku dapat menjalani hidupku seorang diri sampai esok mati. Aku juga tak pernah mengharapkan akan ada yang menangis di hari kematianku. Bahkan jika esok aku mati saja mungkin tak akan ada yang menyadarinya sampai tubuhku membusuk.

Lalu pada satu waktu aku merasakan sesuatu. Mendongak memandang langit seranya bertanya pada diriku sendiri, "aku ini memang bisa hidup tanpa cinta atau aku saja yang merasa tak pantas dicintai" 
Pandanganku berganti pada kaca jendela yang memantulkan bayang tubuhku. Aku melihat manusia yang matanya kesepian. 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis