aku pamit ya...
Berlalu seperti biasanya, seharian hujan dan aku tetap di rumah saja. Hujan, menggagalkan janji bertemu. Namun bukan berarti di tengah terik mentari janji temu tak pernah gagal. Sejauh ini aku cukup mampu melihatmu dengan jelas. Kepingan peristiwa dan desas desus namamu kini mulai membentuk sosok kamu. Namun lagi-lagi, aku manusia yang kerap mencintai manusia lainnya dengan keras kepala, aku masih saja mencari celah baikmu. Sungguh aku tak ingin memandangmu seperti manusia kebanyakan memandangmu. Kamu, kamu, kamu lagi. Mengapa bisa selucu ini, semesta memang sedang bercanda. Ini semua lucu, tapi aku menangis. Aku meminta waktu satu hari lagi pada semesta, siapa tau kamu datang. Temanku bilang ini harusnya disudahi, temanku yang lainnya berkata cobalah sekali lagi. Mereka tak pernah merasakan indah sekaligus menyesakkan saat jatuh hati padamu. Katakan, katakan saja langsung bagaimana caranya menjadi pemeran utama dalam hid...