Posts

Showing posts from May, 2022

Sumpah ini puisi cinta penuh serapah

 Sial.  Diantara berbagai arah aku selalu melihat ke arah jarum jam dua dari tempatku berpijak. Lelaki jelek, dungu pula, sampah sampah sampah.  Tapi aku suka.  UTS Analisis Jabatan terasa bukan apa-apa selama aku masih dapat melihatmu dengan kasat mata.  Jumat terasa mendung, tak terik seperti biasanya.  Namun aku padamu tak pernah biasa saja. Pukul sudah mendekati jam makan siang.  Waktunya membicarakan mimpi dan angan-angan.  Lalu pulang bersama dan tertawa. Eh aku dilempari tai oleh wanita pilihanmu yang tak seberapa itu.  Aku tidak bisa apa-apa. Bagaimanapun ia yang kamu pilih untuk merentangkan paha setiap kamu ingin. Ku ambil pisau untuk memotong pisang Padahal pisangnya sudah lumat hanya dengan ku cecap. Aku berjalan menuju pasar. Aku ingin ke tempat yang hingar Kedapa kamu manusia yang fasih memaki,  ingin ku elus wajahmu dengan kaki. Sumpah ini puisi cinta penuh serapah khusus buat kamu. muah.

Sushi Trash

Sial. Dia sudah  punya kekasih namun bukan aku. Padahal aku sudah menukarkan pundi dalam hidupku agar dapat habiskan sisa usia bersama. Dan tak seharusnya aku kehilanga kamu, harusnya aku yang tidur di dekatmu menatap wajahmu lekat dan dekat menyeka mata pandamu yang kian menggelap. Aku sudah terlanjur menusuk bola mataku agar buta merusak telingaku agar tuli supaya aku hanya memandang dan mendengarmu saja. Bukan hanya satu manusia yang bilang kita tak serasi, namun ternyata pandanganmanusia yang sedang tidak jatuh cinta memang lebih masuk akal.  Berlari aku menuju Tuhan, bertanya berdodsakah aku jika berdoa agar kau terluka dan kecewa. Aku putar arah sesudahnya setelah tersadar apa bedanya aku dengan dia, kamu atau mereka yang menyakitiku. Mungkin meminta agar Tuhan saja yang me-reply adalah sikap bijaksana.  Sudah tugasnya selesai semua kamu pergi senikmatnya. Sempat menunggu pagi kini kamu yang malah pergi. Mana, mana, tanggung jawabmu mana. Ah aku lupa, tugas yang jad...