Fana
Kini kita semakin asing, aku menjadi tidak mengenalmu dengan baik seperti sebelumnya. Atau memang kita memang seharusnya begini? Lalu tugas apa yang tengah kita emban setelah kita dipertemukan? Karena aku percaya setiap pertemuan selain akan berpisah pada akhirnya, memiliki beban tugas yang harus dikerjakan. Tentu tidak untuk saling menyakitu bukan, sebab Tuhan lewat tangan semesta tidak sekejam itu. Kamu kini tampak sibuk dengan dunia barumu sedang aku yang masih di lingkaran yang sama selalu mendamkanmu. Kamu yang sedang berlari cepat mengejar mimpimu kini aku tertinggal yang padahal sebelumnya aku ini menjadi manusia yang haus perubahan. Aku rusak, aku terkoyak karena diriku sendiri. Menjadi manusia yang mencintai manusia lainnya lalu setelahnya bisa begitu sangan membencinya sangat tidak menyenangkan. Untuk kamu, tolong luluh agar kita dapat bersama atau beri tahu aku bagaimana cara memangkas harapanku padamu...