Posts

Showing posts from June, 2021

Sepotong Mimpi Buruk

      Jika disandingkan aku dengan dia, tidak ada habisnya sebab kita sangat berbeda. Kamu mengapa bisa tertawa saat aku sedang terluka? Saat ku sandingkan diriku dengan dia, sungguh lara tiada habisnya. lalu aku menangis dan terluka. Memar hatiku terpukul perasaan malu dan aku runtuh.  Sebut saja aku ini egois, kamu hanya untukku tidak untuk dia atau mereka.        Oh, matahari kian terik malam bersiap muncul. Hari bergulir entah sudah terjadi apa saja yang ada dibelakangku, lalu timbul tanya "Sudahkan bercumbu hatinya dan hatimu?" Apabila sudah terungkap kebenaran, tersingkap tabir, oh aku terkutuk dan mendendam hingga akhir aku. Aku runtuh. Runtuh. Runtuh. Lalu tiada lagi yang bisa temani nyawaku yang ada di dalam tubuh yang tak kau pilih ini. Aku meredup. Tertimpa sinarannya.        Sepi membeku disekitarku, senja tak lagi gemulai, malam menjadi teman sejati. Aku terjebak di lintasan waktu, tubuhku terbujur kaku. Siapa...

Terlelap di tengah rapalan namamu

Setiap malam aku tidak bisa tidur, kalau pun tertidur itu pasti karena ketiduran disaat aku sedang melakukan sesuatu. Sebelum tidur aku selalu rutin membaca buku dengan halama acak, dan aku akan tertidur pada lembar ke tiga. Atau aku akan menghitung mundur dari seribu sampai nol dan aku akan tertidur pada hitungan ke lima puluh. Semenjak saat itu, bagiku tidur menjadi hal yang mengerikan. Aku takut akan bayang kelana pada sesuatu yang fana.  Larut aku dalam rupamu, tenggelam aku dalam lisanmu, hilang aku dalam afsunmu. Aku terbentur rindu yang tak kunjung bertemu. Tak ada ruang yang tersisa hanya untuk kita berdua.. Gerak kita kian terbatas, waktumu yang kian menyempit, tak sebanding dengan banyaknya manusia yang ingin kau temui. Mungkin ia gadis lucu yang sekujur tubuhnya dibalut kain berwarna merah muda, atau ia yang pernah kau topang tubuhnya kala pingsan di tengah belantara. Kamu lupa aku, manusia yang menanti hadirmu walau tidak selalu. Apa aku ini terlihat terlalu kuat sampai...

Kamu, Bayangan Menyeramkan Itu.

      Aku masih hidup dalam perasaan yang tidak baik-baik saja. Entah masalah utamanya apa, banyak sekali yang aku pikirkan namun tentu kamu menjadi salah satu sumber masalah di dalamnya juga. Kamu manusia yang saat aku hilang pun tetap baik-baik saja, tidak ada alasan untuk khawatir. Untuk apa khawatir jika hidupnya gemerlap penuh dengan dekap. Aku sendiri disini sendirian, tersekap. Seiring diamku tabir yang menutupimu kian tersingkap, perlahan tampilkan kamu buaya kelas kakap. Bukan hanya kamu, namun juga kebenaran yang selama ini tersimpan dalam selubung keakraban dan sikap sok peduli. Ternyata tidak ada manusia yang benar-benar peduli, ia hanya ingin tau untuk dijadikan camilan bergosip atau jika tidak ya menjadi pembanding dengan hidupnya yang diam-diam juga menyedihkan. Ah dunia ini kian memuakkan saja, aku ingin pindah ke saturnus saja.      Malam ini aku baru saja menyelesaikan tugas uas ku. Aku lelah tapi enggan terpejam, aku takut akan bayangan y...

Alter Ego

      Setelah saat itu, dunia sudah tidak sama lagi. Aku merasa ada yang salah dengan diriku ini, aku kesulitan membedakan mana yang nyata dan halusinasi saja. Aku meresa mereka berpura-pura, tidak pernah benar-benar baik pada ku, senyum mereka palsu, hangatnya mereka menusuk menyayat. Jika bisa memutar waktu mungkin lebih baik aku tidak akan menginap di rumah itu. Jika bisa memutar waktu aku tidak akan membalas pesan itu dari awal, jika bisa memutar waktu aku ingin tidak menyambutnya dengan gembira, aku tidak akan pernah sudi menjadi tempat bersandarnya.      Ini jarang sekali terjadi, sebab dalam hal mencintai aku jarang sekali menyesali apa saja  yang telah ku perbuat untuknya, manusia yang ku cintai. Namun tidak saat aku jatuh cinta pada lelaki satu ini, aku menyesali atas semua yang telah ku lakukan di waktu dulu. Waktu saat aku memiliki harapan cerah tentang kita, waktu saat aku mengira semua baik baik saja dan kita berakhir bahagia. Aku tersadar...

Piringnya Patah

      Pagi ini aku terbangun, aku berangkat ke kampus seperti biasanya. Semua sama, tempat sampah kapusku tetap di tempat yang sama, bangku-bangku taman kampusku masih sama, teman-temanku rupa dan namanya masih sama, yang beda sekarang aku sudah tidak bersama dengan dia lagi. Yang beda, aku bukan miliknya lagi, yang beda dia bukan milikku lagi. Aku mencoba menghilangkan perasaan berat itu, aku hembuskan nafas dengan kasar berkali-kali berarap bebannya akan ikut hilang bersamanya, ternyata tidak. Kepalaku rasanya akan pecah, bayangan yang membentuk dia berputar-putar di kepala, tergambar saat aku dan dia sedang bersamanya tertawa di atas dua roda dan keliling kota, tergambar aku dan dia yang sedang menonton film bersama di ruang tamu kos ku, terbayang wajah lelahnya dan ia bersandar di bahu kiriku, entah kenapa saat aku membayangkan itu bahu kiriku ikut memberat, seolah dia ada di sampungku dan bersandar disana.      Sepulang dari kampus nafasku masih b...

huhft

     Hari ini kacau. Rencanaku tadi pagi sudah gagal, lalu mengantarkan aku pada seharian yang uring-uringan. Gagal sepedaan pagi ini karena hujan, lalu saat aku buka group chat ah tergambar kedekatan kalian yang jujur saja aku muak melihatnya, lalu ada kelas pagi sekali dan aku ngantuk, dilanjut aku presentasi di mata kuliah berikutnya, aku mendapat banyak sekali pertanyaan dan untuk hari ini itu terasa menyebalkan. Ditambah lagi obrolan kita yang ku rasa kian membosankan. Aku sangat tidak suka.      Hari ini aku ingin marah, saat aku sedang haus dan hendak minum namun air di galon sudah habis. Hari ini mengapa terasa kacau sekali? Semoga esok tak sekacau ini. Aku juga sedikit marah dengan diriku sendiri, kenapa aku ini terlalu serius.. selalu membawa fakta dan data saat mengobrol padahal aku tau aku sedang mengobrol dengan kamu, manusia yang jika diajak mikir dikit langsung mumet. Hari ini aku banyak menggerutu.