Sepotong Mimpi Buruk
Jika disandingkan aku dengan dia, tidak ada habisnya sebab kita sangat berbeda. Kamu mengapa bisa tertawa saat aku sedang terluka? Saat ku sandingkan diriku dengan dia, sungguh lara tiada habisnya. lalu aku menangis dan terluka. Memar hatiku terpukul perasaan malu dan aku runtuh. Sebut saja aku ini egois, kamu hanya untukku tidak untuk dia atau mereka. Oh, matahari kian terik malam bersiap muncul. Hari bergulir entah sudah terjadi apa saja yang ada dibelakangku, lalu timbul tanya "Sudahkan bercumbu hatinya dan hatimu?" Apabila sudah terungkap kebenaran, tersingkap tabir, oh aku terkutuk dan mendendam hingga akhir aku. Aku runtuh. Runtuh. Runtuh. Lalu tiada lagi yang bisa temani nyawaku yang ada di dalam tubuh yang tak kau pilih ini. Aku meredup. Tertimpa sinarannya. Sepi membeku disekitarku, senja tak lagi gemulai, malam menjadi teman sejati. Aku terjebak di lintasan waktu, tubuhku terbujur kaku. Siapa...