Posts

Showing posts from January, 2021

Dua Hari Tentang Kamu

 Hari ini hujan turun sejak siang tanpa henti. Membuat kamu tetap di rumah untuk bersembunyi. Hari ini kita tidak bertemu. Aku mulai menulis ini saat masih siang saat hujan, yang saat ini kamu sedang mengamplas gitar. Dan aku sibuk menyusun program kerja untuk organisasi kampusku. Menyenangkan sekaligus menyesakkan. Aku senang kita masih saling ingat disetiap kesibukan, sekaligus sedih memngingat kamu bisa saja pergi dan abai. Jika ini berakhir, aku bersumpah itu yang mengakhiri adalah kamu. Sebab aku tidak akan pernah mudah beranjak dari tempat yang sudah ku anggap rumah.  Aku dengar kamu jarang membaca buku, untuk menambah wawanmu aku akan memberi tau kamu tentang suatu informasi, "aku mencintaimu dan ingin selalu bersamamu". Aku hanya memberi tau saja sih masalah kamu membalas atau tidak itu bukan urusanku. Sebab aku sadar jika aku bukan orang yang kamu nanti. Sebab aku tau, isi kepalamu dan semua semestamu tidak milikku.  Aku masih menantikan akhir bahagia, walau nant...

Untuk Dua Teman Lelakiku

 Hari ini, salah satu temanku kehilangan ibundanya, memang usia tak ada yang tau. Namun aku tadi lihat syauqi tampak tegar dan baik-baik saja.. ya aku tau sedihnya pasti tak akan dilihatkan kesiapapun juga. Syauqi lelaki yang baik, ia sayang ibunya. Tipikal lelaki idaman, lelaki yang sayang pada wanita nomor satu dalam hidupnya, ibunda. Namun untuk jatuh hati lagi padanya ah aku sudah.  Sore tadi Syauqi dengan sarung motif warna biru tersenyum canggung menyambut aku dan kedua temanku. Senyumnya terkembang, namun matanya tetap sayu. Walau aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena mataku minus dan aku tidak memakai kacamata.  Syauqi, jadilah tabah ya. Awal tahun ini mungkin memang berat untukmu tapi aku tau kamu pasti bisa melewatinya. Kamu lelaki, kelak sendiri jadilah berani. Doakan ibumu selalu, beliau bangga punya kamu.  Lalu di kepingan cerita lainnya, hari ini aku tak bertemu denganmu, lelaki yang biasa ku panggil patah. Sore tadi aku melakukan kesalahan, membu...

Dari Wanita yang Minus Matanya

Hari ini aku pergi ke suatu tempat yang tinggi. Tempat antah berantah yang sebelumnya belum pernah ku pijaki. Aku bersamamu, dan satu temanku. Sebetulnya aku ingin duduk di belakangmu sambil memeluk pinggangmu bersama menembus kabut dingin. namun aku tak bisa, karena harus menemani seorang temanku. Kamu masih tampak seperti biasanya, lagi lagi secara kebetulan kita sama sama pakai baju hitam hanya saja aku memakai celana biru jeans. Pesonamu masih sama saat kamu memetik gitar. Aku tetap memandangimu walau sebetulnya blur karena mataku minus dan aku tak pakai kacamata.  Kita tadi tak banyak bicara, hanya kamu yang menyuruhku memakai jaket jeansmu karena aku waktu itu kedinginan. Kita tak banyak bicara, hanya tadi kamu memberi tau meminjam jaket hitamku seusai aku sholat magrib.  Hari ini aku bertemu denganmu. Di tempat yang tinggi dan tak terjamah. Aku masih memandangimu dengan sama seperti biasanya walaupun wajahmu tampak blur karena mata minusku. Hari ini kita bertemu, dan me...