......
Tak ada yang abadi. Semua pasti punya tenggat waktunya. Termasuk pada hal hal yang dirasa tak mungkin terpisah. Tak ada yang abadi. Yang abadi hanya perasaan saat kenangan mengetuk pintu ingatan. Emosi yang dengan terlalu, entah sedih, senang, amarah atau kecewa. Atau perasaan lain yang mengganjal mata hingga tak bisa tidur. Tak ada yang abadi. Aku yang dulu sangat kamu sekali bisa saja aku terbangun di suatu pagi dan kamu sudah tidak ada lagi padaku. Begitu juga sebaliknya. Maka untuk apa menyandarkan hidup pada makhluk hidup lainnya yang tak jauh berbeda dengan kita. Maka untuk apa mendamba menghamba pada manusia lainnya. Tak ada yang tidak mungkin juga atas apa yang telah disetir semesta. Bisa saja keabadian itu ada, namun entah apa yang abadi. Bisa saja bukan dia orangnya, atau bukan disini tempatnya. Tidak ada yang tidak mungkin, kecuali memang tidak ada kesempatan dan memang bukan jalannya. Selama masih bisa putar arah, mengapa tidak? Selama masih bisa memilih ke...