Kaw-Lah
Malam kita sudah beda. Biasanya bicara sekarang diam saja. Disana gemerlap, disini gelap. Aku hanya bisa berharap semoga ini semua berlalu dengan cepat.Lalu setelah kejadian itu, siapa yang akan menjadi bahu kala kamu sendu, menangis di payung rindu. Pagi kita kini beda. Pertama membuka mata terasa nyeri di dada. Kala salah satu diantara masih tertidur dengan lelap, hanya bisa berharap semoga kamu baik-baik saja.Setelah aku, apa ada yang bisa mengambil peranku menjagamu yang kini sudah tak di genggamku. Aku rindu, aku tau kamu juga rindu. Tapi tak bisa bertemu. Tidak ada yang lebih menyebalkan dari keadaan ini. Hanya mengharap pada mimpi semoga kita bisa bertemu. Terimakasih untuk segalanya. Barangkali pengertianku yang lalu itu salah. Bahkan sampai saat ini semua terasa seperti mimpi tapi itu nyata terjadi. Usah menyesal setidaknya kita sebatas pernah. Sudah. Wajib mengabari bukan bagianku lagi. Hidup sendiri-sendiri kala bertahan bukan satu pilihan. Lalu kita hanya bisa mengenang kala menikmati dingin lebih indah dari kenyataan.
Comments
Post a Comment