Priya Ku

Benang mulai terajut menggeliat membentuk pola yang belum terlihat jelas. Sejak pertama aku mengenalmu, aku tau ada sesuatu di balik tatapan matamu. Sejak pertama mendengar suaramu, aku tau ada gemuruh yang kamu sembunyikan disana. Sejak aku memelukmu, aku tau ada yang rapuh disana. Namun saat aku berbicara denganmu aku tau ada yang tak biasa di dalam kepalamu.

Kalau boleh mengutip kalimat milik hindia, "Jalanmu berat seumur hidup semoga ada bara yang tersisa". Mulai saat itu aku berjanji untuk menjadi baramu. Aku rela membakar diriku sendiri agar ada nyala di matamu. Semoga kamu bijaksana kala membakarnya. Karena kalau tidak apinya bisa melukai salah satu diantara kita. 

Untukmu, pada bagian hidupmu yang saat ini kamu akan menemukan manusia yang keras kepala sekaligus tinggi gengsi dan egonya kala mencintai. Namun sampai kapan pun ia tak akan mampu menurunkan egomu dalam cerita. Kalau manusia ini sudah berkata ia mencintaimu maka dari pagi sampai petang yang keluar dari mulutnya hanya namamu, yang ada di kepalanya hanya dirimu. Langkah selanjutnya yang ia pikirkan adalah segala hal yang dilakukan berdua. 

Aku bersyukur telah memiliki kamu hari ini. Terimakasih sudah hidup sampai hari ini dan menjadi kekasihku kini. Entah sudah berapa kali bermimpi untuk mengakhiri hidup, terimakasih untuk sudah tidak mewujudkan mimpi itu jadi nyata. Aku sayang kamu dengan segala kotor dan rusakmu. 


Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis