Nelangsa Lorong Hostel

Melangkah dalam kehidupanmu, melangkah dan terus mencari tujuan. Sampai pada suatu tanya, masihkah hatiku di dalam hatimu kala kita tak bercinta lagi. Mungkinkah tercipta kembali saat kamu sedekat nadi. Semerbak aroma tubuh kita yang bergesekan, sehangat dekapan lengan kala di ketinggian. Meski kita sudah tidak bersama lagi. Malam semakin pekat tercipta sejuta lamunan, kala sendiri tersiksa rindu, asmara tercerai orang ketiga. Atau mungkin salah kita juga. 

Walau tubuh sudah terpisah aku harap tidak ada yang berubah. 

Setelah semua yang telah terjadi aku tidak akan memintamu untuk melakukan sesuatu kecuali pertanggung jawabanmu kala benih yang kamu semai bertumbuh subur. Walau jujur, bayangan kita sepanjang malam itu tak juga luntur dari pandangan dan ingatanku. 

Mas, aku ga tau masih sayang kamu apa engga. tapi tiap inget kamu aku selalu ingin bertemu denganmu. Setiap ingat kamu aku rela menurkarkan segla pundi yang aku punya demi bisa bersamamu. Aku pernah berkata pada seorang kawan kalau aku tidak akan melepasmu sampai waktu yang tidak ditentukan. Maaf kalau ini begitu menyulitkanmu. 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis