Sepotong Mimpi Buruk
Jika disandingkan aku dengan dia, tidak ada habisnya sebab kita sangat berbeda. Kamu mengapa bisa tertawa saat aku sedang terluka? Saat ku sandingkan diriku dengan dia, sungguh lara tiada habisnya. lalu aku menangis dan terluka. Memar hatiku terpukul perasaan malu dan aku runtuh.
Sebut saja aku ini egois, kamu hanya untukku tidak untuk dia atau mereka.
Oh, matahari kian terik malam bersiap muncul. Hari bergulir entah sudah terjadi apa saja yang ada dibelakangku, lalu timbul tanya "Sudahkan bercumbu hatinya dan hatimu?" Apabila sudah terungkap kebenaran, tersingkap tabir, oh aku terkutuk dan mendendam hingga akhir aku. Aku runtuh. Runtuh. Runtuh. Lalu tiada lagi yang bisa temani nyawaku yang ada di dalam tubuh yang tak kau pilih ini. Aku meredup. Tertimpa sinarannya.
Sepi membeku disekitarku, senja tak lagi gemulai, malam menjadi teman sejati. Aku terjebak di lintasan waktu, tubuhku terbujur kaku. Siapa saja tolong aku. Bawa aku kembali kesana, ke tempat yang hangat dan bahagia. Menanti pangeran berkuda datang selamatkan aku yang sekarat dirasa logika ku tak bernyawa lagi.
Melihatmu bersanding dengannya, tertawa bersamanya, bercerita dengannya, ah ingin ku bunuh semua. Kembalikan aku yang dulu jika kalian tidak dapat berbaik hati padaku. Lalu untuk kamu, biarkan aku berlari jika menetap disisi tak pernah memenuhi hati. Sebelum ajal menjemput nanti, sebelum hal buruk itu terjadi.
Dimana ruanganku selama ini? Setelah kita melangkah sejauh ini, kita pernah tertawa bersama dan aku merasa candaan kita paling selaras sedunia. Bercerita kepadanya tentang bahagia kita, lalu di penghujung tahun porak poranda. Dia yang ku sebut teman kian lancang melewati batasannya, semakin beringat mendekatimu dan kamu, hanya diam saja seolah menerima. Oh Tuhan.. inilah kutukan.
Aku ingin kemana, entahah. Aku ingin enyah. Makin berat melangkah, saat mengingat ada yang tertinggal disana. Aku kian ringkuh diperdaya sepi. Entah kemana aku akanmencari hati yang benar berarti. Hati yang sudi menjaga hatiku yang telah tidak berhati-hati. Aku kini menjelma menjadi manusia yang jahat dan menyedihkan. Menangisi kejamnya mereka akan apa yang telah terjadi.
Comments
Post a Comment