Kamu, Bayangan Menyeramkan Itu.
Aku masih hidup dalam perasaan yang tidak baik-baik saja. Entah masalah utamanya apa, banyak sekali yang aku pikirkan namun tentu kamu menjadi salah satu sumber masalah di dalamnya juga. Kamu manusia yang saat aku hilang pun tetap baik-baik saja, tidak ada alasan untuk khawatir. Untuk apa khawatir jika hidupnya gemerlap penuh dengan dekap. Aku sendiri disini sendirian, tersekap. Seiring diamku tabir yang menutupimu kian tersingkap, perlahan tampilkan kamu buaya kelas kakap. Bukan hanya kamu, namun juga kebenaran yang selama ini tersimpan dalam selubung keakraban dan sikap sok peduli. Ternyata tidak ada manusia yang benar-benar peduli, ia hanya ingin tau untuk dijadikan camilan bergosip atau jika tidak ya menjadi pembanding dengan hidupnya yang diam-diam juga menyedihkan. Ah dunia ini kian memuakkan saja, aku ingin pindah ke saturnus saja.
Malam ini aku baru saja menyelesaikan tugas uas ku. Aku lelah tapi enggan terpejam, aku takut akan bayangan yang datang sebelum aku benar benar dapat terpejam. Mereka datang dan terasa mengerikan sekali, menyesakkan. Bayang mu juga turut hadir diantara bayang bayang mengerikan itu, dan bayanganmu menjadi bayangan yang paling mengerikan. Hanya dalam bayang tampak kamu bersama manusia lain berkelamin wanita namun selain aku saja sudah mengerikan apalagi itu menjadi nyata. Walaupun itu sudah terjadi sejak dulu, fakta yang mereka sembunyikan dengan rapi. Agar aku tidak tau, dan aku tampak bodoh di hadapan mereka. Aku tidak suka jika mereka mengasihaniku hanya karena kamu telah bersama wanita lain selain aku.
Lagi-lagi aku dikagetkan dengan dateline uas yang kian dekat namun sama sekali belum ku kerjakan. Menurutku lebih asik menulis disini ketimbang menulis mengerjakan soal uas. Memang begitulah aku, saat harus ada sesuatu yang harus dikerjakan aku malah masih bermain main dan tak melakukan apa-apa. Kadang aku membenci diriku sendiri, eh ralat bukan kadang namun sering. Namun seberapa aku membenci diriku sendiri aku juga sekeras itu berusaha untuk mencintai dirku sendiri, sebab jika bukan aku siapa lagi. Aku tidak bisa hanya diam saja lalu menunggu kamu mencintai aku bukan, toh pada kenyataannya kamu mencintai wanita yang mungkin memang lebih membutuhkan dekapmu saja.
Jujur saja, aku tidak suka pertayaan lagi apa namun karena itu yang bertanya adalah kamu tetap aku jawab dan aku mencoba untuk menyukainya. Itu adalah aku beberapa waktu lalu. Tidak dengan aku yang sekarang. Aku akan meninggalkan apa saja yang tidak ku sukai sekalipun itu adalah kamu manusia yang dulu teramat ku sukai. Ini terasa berat, sangat berat. Tapi aku yakin aku pasti bisa sebab aku adalah lebih dari apa yang aku sendiri pikrikan.
Comments
Post a Comment