Akhirnya Lupa

     Kini telah sampai pada akhirnya peristirahatan paling mulia, lupa. Telah pada sampai akhirnya lembar terakhir yang ku tuliskan untuk kamu, lelaki yang tak mencintaiku. Kini biarkan aku terbang, pergi namun aku tidak akan hilang. Sesekali aku akan muncul ke permukaan hanya untuk memastikan kamu dalam keadaan baik-baik saja. Memang benar aku tidak akan pernah benar-benar meninggalkan kamu dan kamu tidak pernah benar-benar sendiri. Ah kamu memang selalu merepotkan sejak awal kita bertemu. 
     Kamu akan tetap abadi dalam imaji, kamu tetap indah dalam cerita, kamu akan tetap cemerlang dalam kegelapan lautan. Tapi tidak, aku tidak akan menguncimu dalam ingatan. Tulangku sudah patah, sudah tidak kuat menanggung berat rindu yang selama ini ku tabung. Celengan rindu yang tidak pernah ku pecahkan setelah perpisahan itu. 
     Terimakasih sudah sudi menemaniku melewati masa-masa gelap kehidupan, terimakasih sudah selalu memeriahkan sekaligus mengkacaukan pikirku ditengah heningnya hariku, terimakasih sudah menemaniku bertumbuh dan berkembang sampai saat ini. Dan tulisan ini, untuk kamu. 
Terimakasih untuk kamu, pemilik mata yang selalu ingin kulihat setiap pagi saat pertama kali aku membuka mata. 
     

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis