Pragma
Entah apakah saat ini aku sudah menemukan atau yang ini tetap masih menjadi pelajaran. Pelajaran dalam hidup yang tidak pernah selesai aku pelajari. Sekarang tidak ada yang menggebu gebu namun selalu ingin bertemu, Tidak ada perasaan yang bergejolak, namun rasa sayang tak bisa ku elak.
Semua masih terasa mudah, semoga sampai sana tetap tak goyah.
Semua terasa begitu cepat, namun semua penuh kehati-hatian. Aku tidak tau kapan pastinya, aku punya kebiasaan baru. Selalu inngin mengajakmu ke tempat-tempat indah dan melakukan kegiatan seru lainnya. Aku selalu ingin membagi hal menyenangkan di hidupku kepadamu.
Rencana masa depan kini mulai dipikirkan. Aku tak pernah keberatan mendengarkan hal-hal yang menarik bagimu. Aku sangat senang mendiskusikan hal-hal yang krusial sampai non esensial.
Terimakasih untuk apa saja yang menggariskan kita bertemu. Untungnya aku membalas pesanmu kala kamu mereplay storyku. Tidak terlambat, hanya saja hal-hal baik kadang datang belakangan,
Semua yang ada padanya asing bagiku. Mulai pertanyakan ini betulan atau hanya rayuan. memujiku lebih dari sepuluh kali sehari, bertanya kurangku dimana. Inikah yang kata orang kita cantik di mata orang yang tepat? Rasa bersalah menjalar kala ku lihat pantulan diri di setiap cermin. Maaf kalau ternyata aku tak sesempurna itu.
Lalu kala sudah bersamaku, cepat atau lambat kamu akan melihat ada luka bekas sayat usaha akhiri hayat. Kamu akan melihat aku yang berkarat sempat sekarat tercekik cinta yang sendirian. Aku tak memintamu untuk selalu maklumiku. Sebelum bertemu kami pernah terluka dari masalalu. Maka, ayo kita berbahagia sampai kita bisa tertawa bersama luka itu, menertawakan yang duli kita tangisi.
Untungnya kini aku punya kamu.
Comments
Post a Comment