Proses Pulih
Kamu tau apa bentuk kamu dan aku? Kita adalah manusia yang sedang jatuh cinta. Hanya saja dengan manusia yang berbeda. Cintaku bertepuk hampa harapan. Kini aku dan kamu adalah asing, manusia yang menyimpan perasaan bersalah pada balik kepala masing-masing. Namun akan tetap ku pastikan kamu tetap akan bisa merindukan aku walau tengah disampingnya. Sekarang kamu sudah pergi, lalu apakah kamu memutar arah langkah kala melihatku menangis sendirian?
Bayangmu yang perlahan namun pasti mulai memudar di bawah sinar. Bayangan yang akan ku peluk lebih lama, namun nalarku buru-buru menyapunya. Lalu pada namamu aku menyelimuti tubuhku sendiri. Sambil menanti kapan waktumu untuk pulang. Walaupun aku tau segala yang hilang sulit untuk kembali pulang. Dan kenangan yang tertawa membuat semakin tragis karena memaksa untuk bersama yang makin tidak logis. Waktu yang selalu berpacu, malam masih membisu atau mungkin lebih ke tidak mau tau kala aku tau kamu sudah temukan gadis yang lebih manis.
Entah butuh berapa kali untuk meyakinkan diriku sendiri jika sesal lebih berat dari pada rindu. Hari lalu lebih menyeramkan ketika ku jalani kini dengan kenyataan kamu yang tak ada di genggaman. Kata pisah tak pernah ku selipkan pada kita, aku akan tetap setia, biar aku berdarah dan kamu tak perlu tau. Aku kira itu akan membuatku terlihat tulus dan serius, namun malah terbentuk aku yang menyedihkan. Tidak terawat, bawah mata ku makin gelap dan cekung, terjebak dalam kesedihan yang palung.
Nalarku terpantik oleh sepenggal lirik lagu "yang seharusnya kau jaga adalah dirimu sendiri" lalu setelahnya aku berdiri dan beranjak pergi. Aku menangisi diriku sendiri, memeluk diriku sendiri, lalu membentuk aku yang kini. Aku yang lebih berani, aku yang lebih kuat berdiri di atas kaku ku sendiri, aku sendiri yang menciptakan lengkung indah di bibirku sendiri. Aku sendiri, aku mulai berdikari.
Jika takdir enggan mendekatkan aku dan kamu setidaknya aku sudah bersama aku yang lebih kuat dari yang lalu. Aku sudah berbeda dari yang terakhir kali kamu temu.
Comments
Post a Comment