selamat, ini tahunmu.

    Ini khusus buat kamu. Sepertinya ini menjadi tahunmu ya, tahun ini kamu mendapat kerja, tahun ini kamu bertambah berat badannya, tahun ini tulisan tentangmu menjadi most popular tulisan di blogku. Ah yang point terakhir sepertinya tidak begitu penting sih hehe. Semoga hal-hal baik lainnya datang padamu juga padaku, aamiin. Walau awal tahunku kali ini terasa berat, tapi tidak akan ku ceritakan disini, mungkin di bagian lainnya karena saat ini aku hanya akan mengulas tentang kamu saja. 
Tapi di tengah bahagiamu, di tengah cemerlangmu saat ini aku benci padamu. Aku merasa kamu sudah tidak menyenangkan lagi, aku juga merasa kamu lebih dekat dengan temanku ketimbang denganku. Iya aku sangat tahu seharusnya cemburu tidak ada dalam cerita ini tapi aku merasakannya. Aku jadi ingin membakar ia, temanku yang selalu dekat denganmu. 
     Aku juga sebentar-sebentar sayang padamu, sebentar-sebentar aku membencimu dengan hebat, lalu disaat yang lainnya aku begitu tidak peduli tapi setelahnya aku menjadi sangat mengkhawatirkan kamu. Aku pun tak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku. Untuk kamu manusia yang kebenaran hidupnya hanya ia dan Tuhan saja yang tau, alisan kata orang kamu banyak bohongnya. Aku akan mencoba selalui mempercayaimu karena aku enggan membencimu karena kamu seorang pembohong. 
     Contohnya malam ini saja, perasaan burukku selalu mengarah padamu yang sedang bersenang-senang dengan wanita lain atau lebih menyedihkannya lagi kamu tengah bersama temanku. Atau mungkin saja kamu sedang menghabiskan waktu bersama keluargamu. Lagi-lagi aku akan mengatakan, kamu ini orang baik pantas untuk dicintai siapa saja jadi wajar jika wanita yang menaruh hati padamu ini selalu gusar saat tak mendapat kabarmu sehari saja. Atau mungkin aku saja yang sedang berlebihan. 
     Kabar terakhri yang aku dapat darimu, kamu sedang memasang gorden, 3 buah gorden. Pembicaraan yang sebelumnya kita cukup tegang beradu pandang. Satu hal yang kini aku ketahui, kamu bisa menjadi sangat dewasa untuk menghadapi setiap masalah. Aku menjadi lebih berani dan tangguh setelah mengadu permasalahanku padamu. Kamu, si manusia baik hati yang selalu siap sedia mendengarkan seremeh apapun keluh kesahku. Katamu aku ini serupa anak kecil yang kehilangan mainannya, katamu aku perlu mengembalikan mainanku yang dulu sedang menurutku aku ini perlu mencari mainan yang baru. Sebab menurutku yang hilang biarlah hilang, ikhlaskan. Dan waktunya mencari yang baru. Pun itu diganti dengan yang sama persis pasti tidak akan sama seperti yang dulu, malah menambah luka sebab selalu hidup dibawah bayang-bayang masalalu. 
     Aku rindu kamu. Aku rindu menghabiskan waktu berdua bercerita tentang apa saja di ruang tamu rumahku, hanya ada aku dan kamu. Tidak ada mereka teman-teman yang berisik. Bisakah kita melakukannya lagi, sebelum kita benar-benar pergi dan tak dapat jumpa lagi. 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis