Suatu siang di bulan April

     Siang hari di bulan April terasa lebih panas dari biasanya, Terasa lebih cerah saat aku mendapat pesan singkat dari kamu, manusia yang selalu di kepalaku. Aku senang karena kita tetap baik sejauh ini. Aku senang karena masih sempat berbicara denganmu lagi tahun ini. Ingatkah kamu, bulan April tahun lalu kita juga berbicara bertukar kabar. Dan aku juga senang kala itu. Namun rasa senangku kali ini terasa berbeda, aku memaknai senang kali ini dengan senang karena bisa mengobrol lagi bersama teman lama, mengobrol lagi dengan manusia yang dulu selalu ingin ku peluk tubuhnya. Aku sudah berbeda Rap. Aku sudah mulai bisa menerima jika bahagiamu tidak seputar aku. Aku sudah rela, dan tidak akan memaksa seperti aku yang dulu. 
     Sepertinya kamu baik-baik saja ya Rap, aku berharap semoga kita bisa bertemu kali ini. Aku sudah lama tidak menatap mata minimalismu dan tubuh jangkungmu. Aku juga sudah lama tidak berbicara tentang apa saja padamu, aku sudah lama tidak tertawa bersamamu. Singkatnya, aku rindu kamu. Rap, di kepalaku ada banyak sekali hal yang ingin ku bagi kepadamu. Aku ingin berbagi cerita tentang lelaki yang pernah ku temui dan mengatakan aku ini bodoh karena aku cinta kepadamu. Aku ingin bercerita banyak hal lagi tentang hari-hariku setelah hari perpisahan itu, aku ingin bercerita betapa beratnya aku menemui pagi saat aku tidak lagi dapat bertemu denganmu. Aku ingin bercerita denganmu tentang banyak hal. Namun aku juga  tau jika hidupmu tidak seluang untuk mendengarkan ceritaku yang panjang ini. Aku tau jika hidupmu tidak diabdikan kepadaku, ada wanita yang sudah mengikat hatimu. Semoga kalian bertahan lama ya. Aku tidak bahagia, tapi aku bisa menerimanya.
     Rap, aku ingin bercerita denganmu tentang manusia yang ku idolakan selama ini. Aku sangat mengidolakan Vincent Rompies. Kamu tau dia kan? Aku sudah yakin jika kita masih bisa bertemu setiap hari seperti dulu aku pasti sudah bercerita ini semua kepadamu. Aku juga akan bercerita tentang mimpiku yang ingin punya sekolah untuk anak jalanan, aku juga ingin merawat kucing yang terlantar dijalan. Keinginanku yang pernah ku ceritakan padamu adalah aku ingin keliling Indonesia, kamu masih ingat ga? Sekarang aku berharap semoga mimpiku tercapai, dan aku ingin kamu yang menjadi nahkodaku untuk mengelilingi bahari ibu pertiwi. Aku ingin melihat indahnya Indonesia bersamamu, bersama temanku yang dulu menjadi manusia yang selalu ingin ku miliki. 
     Rap, aku rasa sekarang aku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi perasaan ini. Walau terkadang aku sangat kenanak kanakan kala bercerita tentang isi hatiku kepada teman dekatku. Tapi sekarang aku merasa ini lebih baik ketimbang aku beberapa tahun lalu. Dan kini sepertinya aku juga sudah baik-baik saja saat pesan singkatku kamu abaikan padahal itu berupa pertanyaan. Yah, mungkin kamu juga tau jika itu serupa usaha untuk mengulur obrolan kita. Hehe, aku lucu ya. Aneh. 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis