Gagal ke Amerika
Pada salah satu tahun dalam hidupku dan untuk pertama kalinya aku melakukan pacaran online lewat salah satu aplikasi. Waktu itu tahun 2019 tahun aku lulus SMA dan hendak masuk kuliah. Lewat aplikasi tersebut, aku bertemu dengan lelaki berkebangsaan Amerika. Singkat kita mengobrol, lalu ia menyatakan perasaannya jika ia cinta kepadaku. Aku yang saat itu tengah merasa sepi dan memang jomblo sudah lama, akhrinya akupun menerimanya. Selain itu aku merasa ia ini berbeda, ia selalu mengerti keadaanku dan tidak pernah memaksaku untuk melakukan ini dan itu.
Aku menjalani hari-hari beratku karena baru saja berpisah dengan cinta masa SMA ku ditemani oleh dia. Aku juga bercerita tentang perasaanku dengan temanku kepada dia. Dan dia tampak bisa menerima dan selalu menguatkan aku. Komunikasi kita juga tidak intens karena perbedaan waktu yang cukup banyak serta kemampuan bahasa inggrisku yang pas pasan bahkan buruk ini menjadi kendala dalam berkomunikasi.
Tidak banyak juga perasaan yang ku keluarkan untuknya, toh memang belum pernah bertemu serta jarak yang sangat jauh juga. Selama setahun aku dan dia berhubungan baik, tetap berkomunikasi walau tidak intens. Lalu sampai pada suatu waktu beberapa bulan aku tidak pernah lagi menghubunginya. Sampai di suatu hari ada DM yang masuk, ia wanita tampak asing bagiku walau sama-sama orang Indonesia.
Ternyata dia menanyakan hubunganku dengan dia, si lelaki bule yang selama satu tahun ku kencani. Aku menyambutnya dengan hangat, aku mengerti perasaannya. Setelahnya aku menanyakan mengenai wanita itu kepada kekasih onlineku. Ia tetap tidak mengaku, katanya hanya aku satu-satunya wanita yang ada di hidupnya. Aduhh aku sudah kerap mendengar bualan lelaki seperti itu yang dilontarkan padaku, dan aku juga tau jika itu hanya omong kosong. Aku berkata padanya, tak apa jika aku bukan satu-satunya wanita dalam hidupnya, jika memang ada wanita lain yang ternyata lebih baik dari aku saat merawatmu dan kamu merasa bahagia bersamanya, sudah tinggalkan aku saja tak apa. Lalu kalian hidup saja dengan rukun dan bahagia. Dan tolong doakan aku agar segera menemukan lelaki yang benar benar sayang padaku dengan seratus. Lalu itu menjadi pesan terakhir aku dan dia. Sekarang dia pergi, dan aku tidak apa-apa. Semoga saja ia selalu bahagia, sebab aku juga bahagia bahkan setelah ia tinggalkan.
Aku menjalani hari-hari beratku karena baru saja berpisah dengan cinta masa SMA ku ditemani oleh dia. Aku juga bercerita tentang perasaanku dengan temanku kepada dia. Dan dia tampak bisa menerima dan selalu menguatkan aku. Komunikasi kita juga tidak intens karena perbedaan waktu yang cukup banyak serta kemampuan bahasa inggrisku yang pas pasan bahkan buruk ini menjadi kendala dalam berkomunikasi.
Tidak banyak juga perasaan yang ku keluarkan untuknya, toh memang belum pernah bertemu serta jarak yang sangat jauh juga. Selama setahun aku dan dia berhubungan baik, tetap berkomunikasi walau tidak intens. Lalu sampai pada suatu waktu beberapa bulan aku tidak pernah lagi menghubunginya. Sampai di suatu hari ada DM yang masuk, ia wanita tampak asing bagiku walau sama-sama orang Indonesia.
Ternyata dia menanyakan hubunganku dengan dia, si lelaki bule yang selama satu tahun ku kencani. Aku menyambutnya dengan hangat, aku mengerti perasaannya. Setelahnya aku menanyakan mengenai wanita itu kepada kekasih onlineku. Ia tetap tidak mengaku, katanya hanya aku satu-satunya wanita yang ada di hidupnya. Aduhh aku sudah kerap mendengar bualan lelaki seperti itu yang dilontarkan padaku, dan aku juga tau jika itu hanya omong kosong. Aku berkata padanya, tak apa jika aku bukan satu-satunya wanita dalam hidupnya, jika memang ada wanita lain yang ternyata lebih baik dari aku saat merawatmu dan kamu merasa bahagia bersamanya, sudah tinggalkan aku saja tak apa. Lalu kalian hidup saja dengan rukun dan bahagia. Dan tolong doakan aku agar segera menemukan lelaki yang benar benar sayang padaku dengan seratus. Lalu itu menjadi pesan terakhir aku dan dia. Sekarang dia pergi, dan aku tidak apa-apa. Semoga saja ia selalu bahagia, sebab aku juga bahagia bahkan setelah ia tinggalkan.
Comments
Post a Comment