Untuk Dua Teman Lelakiku

 Hari ini, salah satu temanku kehilangan ibundanya, memang usia tak ada yang tau. Namun aku tadi lihat syauqi tampak tegar dan baik-baik saja.. ya aku tau sedihnya pasti tak akan dilihatkan kesiapapun juga. Syauqi lelaki yang baik, ia sayang ibunya. Tipikal lelaki idaman, lelaki yang sayang pada wanita nomor satu dalam hidupnya, ibunda. Namun untuk jatuh hati lagi padanya ah aku sudah. 

Sore tadi Syauqi dengan sarung motif warna biru tersenyum canggung menyambut aku dan kedua temanku. Senyumnya terkembang, namun matanya tetap sayu. Walau aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena mataku minus dan aku tidak memakai kacamata. 
Syauqi, jadilah tabah ya. Awal tahun ini mungkin memang berat untukmu tapi aku tau kamu pasti bisa melewatinya. Kamu lelaki, kelak sendiri jadilah berani. Doakan ibumu selalu, beliau bangga punya kamu. 

Lalu di kepingan cerita lainnya, hari ini aku tak bertemu denganmu, lelaki yang biasa ku panggil patah. Sore tadi aku melakukan kesalahan, membuka room obrolanmu dengan temanku. Aku tercengang membacanya, dan sepertinya semua prasangkaku benar adanya. Memang perasaan buruk tak pernah salah. Aku jadi tau jika kamu memang seperti itu, mudah akrab dengan sesama manusia, namun tolong tau batasannya. Tidak semua wanita akan kebal hatinya, tidak semua wanita akan sepandang denganmu, tidak semua wanita bisa abai dengan semua laku dan tuturmu. Tidak semua wanita, dan aku  menjadi wanita yang tidak bisa mengabaikan itu. 

 Karenamu aku kini jadi semakin curiga, sebab sudah beberapa kali kamu  bohongi dan aku iya iya aja. Aku merasa semua yang terjadi padaku adalah fana, aku jadi merasa apa yang kamu lakukan padaku adalah sia, dan aku merasa apa yang kamu lakukan kepadaku itu sama. Dan pada akhirnya aku memang tak punya tempat spesial di hatimu. Sebab semua yang kamu lakukan padaku kamu juga melakukan pada kebanyakan wanita lainnya. 

Kamu juga bercanda, kamu juga memberitau segala aktivitasmu tanpa diminta, kamu membantu mereka dengan sukarela, sesekali juga menggoda, semua yang kamu lakukan padaku kamu juga melakukannya pada wanita lain. Bukan hanya aku, tapi aku terlanjur jatuh padamu. 

Semalam aku bermimpi kamu membawa wanita lain kerumahku. Aku marah lalu mengusirmu yang sebelumnya aku membanting piring terlebih dahulu. Itu ketakutan terbesarku saat ini, bukan bukan aku takut membanting piring, tapi aku takut kamu membawa wanita lain masuk ke dalam lingkaranku. Tidak mau walau itu hanya sekedar teman. Cukup hanya ada aku dan kedua temanku saja yang ada jangan ada wanita lain. tolong jangan. 

Setelah mengenalmu aku jadi lebih mudah cemas dan selalu berprasangka buruk, bahkan kepada temanku sendiri. Tolong.. kayaknya ini serupa begadang, tidak sehat jika diteruskan. Aku ingin berhenti tapi aku tak tau harus berhenti dimana dan bagaimana. Aku tengah berpacu dalam asmara yang menggebu hingga aku selalu ingin bertemu. Tolong beri tau aku bagaimana cara berhenti mencintaimu. 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis