Zeloo

Kini ia yang makin cemerlang, terselip takut kalau pendarku tak lagi terang. Semua jadi ku anggap perlombaan, aku tak mau dikalahkan. Ada amarah sedikit serakah. Aku yang lain berkata, tak seyogyanya begini. Tapi bukankah ini yang aku mau, bukankah ini yang dia mau, bukankah ini yang dia impikan, yang seharusnya aku juga ikut senang. 

Menyalahkan diri sendiri tak cuma sekali. Labeling diri yang tak bisa apa-apa, tak berdaya. 4 dari 7 malam dalam seminggu aku menyalahkan kaki ku yang tak cukup cepat berlari, menyalahkan tubuhku yang tak cukup kuat untuk berkelahi, sisanya ingin menghilang saja dari sini. 

Kembali menata dari satu, mulai kembali memulai lima waktu. 33x dan yang lainnya, mampukah memudahkan semua. 

Dalam kepala aku marah. Yang teringat hanya wajahnya yang lelah. Sudah ku duga kedepannya pasti tak mudah. 


Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis