Saling Asih
Aku percaya akan selalu ada yang dibayarkan dalam berpasangan. Entah itu waktu, materi, atau bahkan tubuhmu. Dan aku percaya akan ada seseorang untuk seseorang. Ia seseorang yang dengan suka rela meluangkan isi kepalanya untuk memikirkan kecintaannya, merelakan hatinya untuk memikul rindu yang hadirnya tak pernah absen itu, dan merelakan perasaannya yang siap dikecewakan sewaktu-waktu.
Semua yang rumit itu akan menjadi mudah bila saling tak menyerah. Mengenyam kenyataan yang pahit sekali pun tetap akan dilakoni jika seseorang itu tepat. Namun walau mematahkan hati berulang kali demi manusia lainnya tanpa saling, hati-hati mungkin kamu tengah menggali liang kuburmu sendiri.
Sesekali menangis atas peristiwa menyedihkan yang terjadi juga tak salah juga, namun akan menjadi keliru bila menangis dan kesedihan telah benar-benar mengganggu aktivitas sehari-harimu. Untuk melakoni hubungan harus dengan cinta namun dilakoni tetap dengan kewarasan.
Terkadang yang kamu cintai tak selalu baik untuk dirimu. Kadang yang kamu anggap baik tidak benar-benar baik bagimu. Kadang yang sedang atau telah kamu perjuangkan juga belum tentu akan menjadi milikmu pula. Dan yang telah kamu sia kan barang kali kamu telah melewatkan kesempatan.
Meski tak selalu berdampingan namun kesedihan dan kebahagiaan tak pernah saling meninggalkan. Bila kamu bercengkrama dengan kebahagiaan di beranda rumahmu, bisa saja kamu akan bergumul dengan kesedihan di atas ranjangmu. Maka jangan sedih dengan terlarut, usah bahagia dengan terlalu. Semua pasti akan lekang, semua pasti akan hilang.
Comments
Post a Comment