Cakapan tunggal

 Saat aku menulis ini pesan terakhirku belum kamu balas, dan hanya kamu baca. Namun aku tak apa. Aku masih bisa melakukan ini dan itu dengan gembira dan baik-baik saja. Yang aku tak tau kenapa akhir-akhir ini aku mudah sekali terkejut dengan hal-hal sepele seperti suara ibuku yang menyapaku atau dering ponselku sendiri. Kalau aku mencari taunya lewat google sih itu tanda-tanda sedang stress, tapi yasudah lah ya, aku percaya diriku akan baik-baik saja. 

Acin, vokalis The Panturas berkata "tonight will be fine" kalau tidak hari ini ya mungkin besok. Kata Hindia, "esok pasti sampai." Walau begitu aku juga tidak akan tetap diam disini menanti bahagia menghampiri. Aku akan melakukan ini dan itu, kesana kemari untuk bahagia sebab itu menjadi tanggung jawabku sendiri. Setidaknya apabila aku tidak merasa bahagia aku tidak perlu menyalahkan orang lain dan menyumpah serapahinya. 

Aku menulis ini saat malam hari. Entah kenapa aku kebanyakan menulis di malam hari, mungkin saat itu otakku berada di frekuensi alpha sehingga banyak ide yang muncul atau bagaimana aku juga tidak tau. 
Lalu pada suatu pagi kamu berkata terbangun dalam keadaan baik-baik saja dan perutmu tidak bermasalah. Aku turut bahagia saat atas itu, ya semoga kita semua memili kesempatan terbagun dalam keadaan sama baiknya denganmu. 

Sudahlah aku mau istirahat saja malam ini sambil bermain bersama kucingku. Rasanya satu hari ini terasa melelahkan walaupun aku di rumah saja dan merasa tidak melakukan apa-apa. Selamat malam, selamat istirahat. Selamat, kamu sudah berhasil melewati satu hari yang panjang dan berat. Semoga tidur nyenyak dan mimpi indah. 

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis