Penghujung

Hai aku kembali lagi dengan perasaan yang sudah berbeda dan jauh lebih baik. Mungkin ini akan menjadi tulisan terakhirku di season ini. Aku ingin mengganti pesonaku saja, aku sudah mulai jengah menuliskan cerita tentang hati yang patah sebab hatiku sudah bukan milih patah lagi juga. Tidak yang terakhir itu hanya bercanda improvisasi saja, jika dirasa memang benar ya mungkin memang iya. Halah. 

Banyak sekali yang terjadi padaku di tahun ini. Sudah banyak sekali ku utarakan, pada penghujung tahun 2020 yang porak poranda sampai pertengahan 2021 tak juga reda. Namun seiring itu aku mulai memunguti diriku sendiri yang berserakan dan membentuk aku yang baru. Walau sedikit sifat dan sikap masih sama ya bagaimana lagi aku tetap terdiri dari bagian yang sama, kadarnya saja yang berbeda. 

Usia ku yang menginjak angka 20, banyak sekali mimpi yang belum tercapai, entah mungkin aku saja yang malas atau memang belum saatnya saja. Seiring hidup berjalan dengan tidak seperti inginku aku menjadi banyak belajar untuk menerima. Jadi lebih banyak memaklumi, memaafkan manusia yang kelakuannya setan sekali, namun tetap yang paling susah adalah memaafkan diri sendiri. Yang paling susah adalah memaklumi diri sendiri. Setiap malam kepalaku ramai sekali dengan suara "seharusnya kamu begitu, seandainya dulu kamu begini" dan pengandaian serta keharusan yang aku ciptakan sendiri.

Jujur aku lebih suka dengan hidupku yang sekarang, hidupku setelah aku memutuskan untuk pergi dari lingkaran itu, hidupku yang sudah lepas dari penantian kapan saat itu tiba, hidupku yang sudah tidak beradu rasa cemas. Aku sudah tidak memutahkan makananku lagi seusai aku makan, aku jadi lebih sering olahraga, aku lebih dekat dengan keluargaku, aku jadi sedikit lebih produktif, aku menemukan teman-teman baru, lingkungan baru, dan aku jadi lebih sayang diriku sendiri, sedikit. 

Ya, dalam hal ini aku tetap akan berterimakasih padamu yang ikut andil dalam proses perkembangan di hidupku. Bisa saja tanpa kamu patahkan aku tidak menjadi seperti saat ini, tidak terbentuk aku yang baru, tidak menjadi lebih kuat untuk menerima hal yang tidak terduga juga.. Terimakasih, untuk kamu ketahui aku tidak pernah menyalahkanmu walau aku juga yakin kamu tidak pernah merasa bersalah akan itu. Maaf untuk semua salah, ya semoga kamu bertahan lama dengannya. Semoga aku juga bertahan lama dengan bahagiaku ini. Aku sedikit menyesal atas diriku sendiri, namun tidak menyesal atau kecewa jika harus kehilanganmu. Sebab selama bersama aku sudah sebaik-baiknya merawat, menganggap kalau saja hari itu hari terakhir aku dapat menatapmu. Dan benar saja hari itu datang juga dan aku sudah siap. Bahkan aku melepasmu dalam keadaan tetap tersenyum bukan, ya walau setelahnya aku tak tau harus bagaimana. 

Sudah, semua prasangka sudah selesai, aku sudah selesai, kamu yang baru saja mulai. Selamat. Jangan terluka lagi sebab aku tak mau merawatmu untuk yang kedua kali. 



Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis