Hilang


Kemarin aku menemukanmu dalam keadaan bahagia. Namun tidak pada hari berikutnya. Kamu putus cintanya dengan dia. Tertawa bersama sampai aku tak tau kamu sedang terluka. Melangkah bersama aku kira aku dan kamu ini kita, ternyata kamu masih kepadanya dan aku tetap pada kesendirian. Kemarin aku dan kamu bicara tentang semua, meluruskan apa yang selama ini bengkok di mataku. Gempita di hati seketika sunyi, walau sebelumnya sorai sedih mulai menggema. 

Aku memutuskan untuk beranjak pergi, namun aku sendiri yang kembali lagi. Berkali aku mengecek last seen di akun chat itu, berkali aku membuka room chat kalau-kalau kamu sudah membalasnya dan aku tak tau, upayaku membisukan notifikasi chatmu terasa sia-sia kini. Namun tidak dengan seminggu yang lalu, aku merasa bisa hidup tanpamu, bisa tidak dengan segera menyambut pesanmu. Namun tidak setelah bertemu denganmu setelah kejadian itu, namun tidak setelah kamu menepuk dahiku karena ada nyamuk disana, tidak setelah aku selalu sibuk memikirkan hadiah apa yang pantas untuk hari ulang tahunmu besok. 

Kepada kamu yang saat ini entah tak tau dimana, aku tau kamu pasti baik-baik saja. Semua orang suka padamu, lelaki tampan yang pandai bergaul juga baik hati memang pantas disayangi. Kabar terakhir ku dengar kamu pergi untuk tidur di bawah bintang-bintang. Untung tadi malam tak hujan, tapi semalam sangat dingin. Semoga tak ada wanita lain yang seberani aku yang bersamamu malam itu. Cukup aku saja yang menjadi bodoh karena rasa itu, cukup aku saja yang menggadaikan diri hanya karena aku pikir aku dan kamu ini kita, cukup aku saja yang jatuh cinta padamu karena perbuatanmu dan kabar tentang perasaanmu yang dibawakan orang ketiga. Jangan ada yang lainnya, cukup aku saja. 

Tolong katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar dapat kamu ingat sepanjang hidupmu. Sungguh aku akan menjadi apapun itu agar dapat kamu ingat sepanjang usiamu. Senyatanya aku pun tak tau bagaimana rasaku kepadamu kini. Yang aku tau aku kembali dipeluk sepi selepas kamu pergi. Yang aku tau seperti ada yang hilang selepas ku ganti namamu dalam phonebook ku. Yang aku tau, aku butuh kamu tapi tidak sebutuh itu. Bingung? sama aku juga.  

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis