Urap 17,12,19

.jika jatuh cinta adalah kepada siapa kita siap patah hati,maka jauh sebelum itu aku sudah mempersiapkannya.nyatanya aku begitu kuat untuk bertahan di tengah ketakutan.aku selalu ingin menenangkan cemasmu,namun tak pernah kau tampakkan itu.aku dulu yang begitu yakin tentang kita,sekejap kau membuat itu seolah nyata,namun setelahnya kau buat aku bertanya tanya.
Di sini,di sudut luka yang tak pernah ku ratapi,terselip doa-doa agar kau bahagia.untukku,aku tak tau mengapa begitu mencintaimu.manusia indah dengan sepasang mata minimalis,yang jelas susah dilupakan.selalu waktu dulu aku menatap mata itu untuk memohon agar dapat bersanding,pernah juga menjadi pijakanku untuk memanjat pelangi meski kadang pelangi tak nampak karena dimakan mendung dan gerimis.aku selalu percaya jika pelangi akan muncul setelah badai.dari situ aku belajar merelakan.sadar karena tidak selamanya kita bersama.

Setelah ini hanya merindu yang ada padaku.ya,meski merindukanmu lalu tidak dirindukan lagi.Pergilah ,kiranya aku baik baik saja tanpamu.Tak usah khawatir tentang ku yangf bernafars dengan separuh jiwa yang hilang.Aku harus kuat akan itu.Karena bagiku,kamu adalah kamu yang sudah bahagia bersamanya.Munkin aku mulai lelah berjuang sendirian,lebih tepatnya aku yang terlalu memaksakan agar kita dapat bersama.Mungkin sebentar lagi kamu akan berhenti ku perjuangkan meski ada sakit yang mendalam.


Disana,ada orang yang pantas memilikimu,dia lebih baik daripada aku yang sekujur penuh luka.Dengan berat hati ku katakan, "pergilah untuknya,jangan menoleh kebelakang karena itu dapat mengundang tangis." Kau  tau kan jika aku mudah menangis.Lupakan saja kenangan kita yang mungkin memang aku saja yang mengingatnya,ya karena aku tau memang tak ada kenangan yang melekat dikepalamu.Ternyata kau benar benar bahagia untuknya.Dan aku sadar,entah aku atau kamu yang tak layak untuk hati yang ada pada masing masing kita.


Cukup,aku sudah terlalu jauh memasuki ruangan yang penuh angan angan.Anganku selalu ingin singgah bersamamu menikmati dunia yang fana,sebab bersamamu aku tak pernah takut untuk bahagia,sebab bersamamu dunia terasa kecil dibawah pijakan kaki kita.Aku sudah lelah mengetuk pintu yang ada di hatimu,sebab tak pernah kau buka.Taukah kamu jika senyummu tak pernah lekang dari ingatan,bekasnya masih segar dibekukan rindu.Tak meleleh walau disentuh matahari.Sialnya aku tak pernah tau rembulan yang selalu kau suguhkan akan hilang ditelan gelap malam,kelabu lalu sempurna hitam,lenyap.


Sedang kau tak pernah menyadarinya selama kau mencari jawaban,sedang akulah yang menggenggam jawab.Sudahlah jika aku terlalu fana di matamu maka sepenuhnyta ku serakan pada takdir untuk menuntunmu kepadaku,atau kepada ia yang saat ini kau genggam tangannya.Kepergianmu jelas urai benang tuk menjahit luka,namun bersamamu malah membuat benang itu semakin kusut tak tau mana ujungnya.lalu untukmu,pergilah sebab luka itu kelak akan mengering.

Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis