Harusnya Tiga Saja
Satu tambah satu sama dengan empat
Berharap jadi yang terakhir
Namun apa yang dimulai harus berakhir
Realita yang membuatku tak berhenti mengumpat
Belahlah dadaku disana masih ada kamu
Pecahlah kepalaku disana masih ku rapal namamu
Satu-satu kau kemasi barangmu
Tak cukup semalam ku menata hatiku
Harusnya ku pilih tiga
Atau bahkan tak saling sapa saja
Jabat tangan yang kemarin
Membawaku pada patah hati paling kering
Di kepala lainnya...
Sungguh ia sudah melakukan perjudian paling nekad
Bertaruh dengan hidupnya, dengan usianya
Padahal belum tau apa yang ada di depan sana
Sampai waktunya sudah habis, dan kalah
Ternyata kita sudah saling meninggalkan
Sejak pertama ada keraguan
Bertahan termakan harapan
Mungkin esok ada cincin
Tapi tidak.
Maaf
Maf
Ma
M
Comments
Post a Comment