ketika lelah menjadi sajak

lelaki canduku

teruntuk lelaki perindu yang bikin candu
aku tak tau tepatnya kapan kala kamu,
berubah menjadi candu.
mungkin kini benar ku merindumu
padahal,baru dua belas jam tak bertemu
ah iya,nampaknya bukan bertemu
tepatnya namamu tak mampir di room chatku
bodohnya mengapa ku selalu menunggu
bandung,4 nov 2017



barisan kata

mungkin ribuan jaraknya antara kita
hingga membuat lagu sendu di urutan pertama
namun tak apa,
setidaknya masih bisa memandang langit yang sama
walau dengan perasaan yang berbeda.


melebur

lelahku melebur bersama setiap lirikannya
peluhku mengering kala lihat senyumnya
bukan untukku,namun mneyejukan
hatiku melebur bersama semua satuan rasa
yang bernama cinta.
ah nampaknya cinta masih merajai semua
dan aku?
hanya seonggok remaja
yang tengah di mabuk cinta


namamu...

nama yang romantis dan misterius
menggetarkan jiwa dan bergaung
nama yang tak biasa
karena kamu teramat istimewa
-teruntuk jiwa yang paling songong-


tak berjudul

angin di tengah hujan sore ini,
bisikkan tentang satu rahasiaku padamu.
tentang rasa itu,
aku tak tau tepatnya kapan saat pertama kali
kau tepati hatiku.
yang ku taukini dirimu telah sesakkan hatiku.


kamu...

katanya hidup tanpa tantangan berarti hidup itu tak bermakna.
kadang aku sempat berfikir,
jika kamu makna hidupku.
karena bagiku kamu itu tantanganku.


sejarah


ku coba merangkai regweda.
agar nanti kamu yang memberi samaweda
lalu akan ku kirim yajurweda tanpa sesaji
dan ku minta,ajari ku adarwaweda agar sampai cintaku padamu.
-ku tulis saat ku bosan dalam pelajaran sejarah-


tak berjudul

entah sudah berapa kali ku hanyutkan perahu kertasku
semoga neptunus tak bosan menerima suratku
kalau bosan,berikan saja pada baruna
kalian sama sama tinggal di lautkan?


teruntuk anak ipa,

ku pikir kita ini satu senyawa
melebur bersama satu zat yang sama
menguap bersama udara yang sama
mencair bersama suhu yang sama
mengembun di atas daun yang sama
hingga saat ini,aku menanti
butiran embun yang mengkristal di malam hari




Comments

Popular posts from this blog

Aponia

Aku Sayang Adi Sukoco

Tristis